Kupang, MN – Setiap tahun, kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang biasanya muncul pada pertengahan musim penghujan sekitar bulan Januari, dan cenderung turun pada bulan Februari hingga ke penghujung tahun..
Sesuai data Dinas Kesehatan Kota Kupang, per bulan September tahun 2023 ini, jumlah kasus DBD di Kota Kupang berada pada angka 187. Angka ini jauh lebih rendah dari kasus pada tahun 2022 lalu yang berada pada angka 455 kasus. Tentu hal ini merupakan pencapaian yang signifikan dari berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan dalam pencegahan DBD, seperti melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M Plus, Menutup Tempat Air, Menguras, Mengubur dan Menabur Abate. Sementara Skasus Malaria dinyatakan sudah bebas dan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan. RI.
DBD masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Semua kabupaten kota di NTT masuk dalam kategori endemic DBD dengan hampir setiap tahunnya terjadi kejadian luar biasa. Tahun 2002- 2022 terdapat 3376 kasus dengan insidens rate 61,8% per 100 ribu penduduk dan 29 kasus kematian dengan case fatality rate 0,9%.
Untuk diketahui, dalam radius 150-200 meter antar rumah yang satu dengan yang lain, kalau ada 10 sampai 15 rumah saja yang bersih maka tidak akan menolong karena nyamuk akan tetap terbang dan berpindah dalam radius 200 metet. Oleh karena itu dalam radius 200 meter masyarakat atau keluarga yang mempunyai rumah di lingkungan itu maka harus menjaga kebersihan lingkungannya, melalui 3 M Plus
Peran serta masyarakat sangat penting untuk menekan kasus ini. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Program PSN, yaitu, Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.. Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.
Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti:, Menaburkan bubuk Larvasida/Abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Menggunakan kelambu saat tidur. Menanam tanaman pengusir nyamuk. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.
Terkait kasus DBD ini, Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan belum lama ini melaunching Implementasi Wolbachia sebagai upaya penanggulangan DBD di Kota Kupang. Kota Kupang menjadi salah satu dari 5 kota yang terpilih sebagai pilot project penanggulangan DBD melalui teknologi Wolbachia. Tentunya, salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat penanganan serius adalah DBD yang merupakan virus yang dibawah oleh nyamuk.
Teknologi Wolbachia ini akan membuat nyamuk tidak akan menularkan dengue. Hasilnya akan dengan jelas teramati pada saat musim hujan. Sebelumnya, teknologi wolbachia telah diuji coba di Yogyakarta dan beberapa kota besar lainnya dengan tingkat efektivitasnya mencapai 70%.
Berdasarkan kebutuhan perminggu,untuk 1 kecamatan di Kota Kupang diperlukan sebanyak 700 ribu telur. Untuk Kota Kupang secara keseluruhan setiap minggunya membutuhkan 2,6 juta telur dengan harapan tingkat keberhasilan mencapai 80%. Tentunya, program ini sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, karena suksesnya pilot project ini sangat tergantung dari kordinasi dan kerja sama semua pihak termasuk masyarakat. (MN)
