Kripik Singkong De Martine, Produk Asli Matim yang Gurih, Renyah dan Nikmat

Mikannews

Borong, MN – Kripik Singkong De Martine adalah salah satu camilan tradisional yang berbahan dasar Singkong yang memiliki cita rasa  yang renyah gurih serta nikmat, kini  produk asli Manggarai Timur itu anda bisa temukan disejumlah Kios di sekitaran wilayah Borong.

Pemilik usaha Kripik Singkong De Martine, Ernestin Mbalur, kepada media ini menuturkan awal mula usahanya hanya sekedar iseng-iseng, namun karena tetangga dan juga keluarga merasakan nikmatnya kripik tersebut maka perlahan mulai diperjual belikan dalam kemasan yang diberi lebel De Martin Kripik.

“Jualan pertama cuman 7 bungkus namun setelah itu begitu banyak yang memesannya”, tuturnya

Disaksikan media ini di tempat produksi De Martine Kripik di Kampung Bugis, Borong, alat produksi Kripik Singkong ini masih menggunakan alat manual seperti menggunakan Parut, serta digoreng pada wajan yang diletakan di tungku api tradisional

Baca Juga   70 Orang Warga Elar Selatan, Matim, Positif Covid 19

Namun menurut pengakuan Ernestin, meski masih menggunakan alat manual tersebut setiap harinya mampu menghasilkan Kripik sebanyak 80 bungkus bahkan hingga 100 bungkus

Harga jual De Martine kripik ini bervariasi ada kemasan 5000 dan ada yang 10.000.
Menurut Erneatine kini usaha De Martine Kripik ini sudah bekerjasama dengan kios-kios kecil.

“Kini ada 4 kios kecil yang sudah bekerjasama dengan De Martine Kripik”, kata Ernestine

Untuk diketahui bahwa De Martine Kripik ini memiliki Rasa diantaranya ada rasa Balado, Keju, jagung bakar, ekstra Pedas, Manis Pedas dan original. Serta Masa berlaku atau Expayernya 1 sampai 2 bulan.

Baca Juga   Kondisi Ruas Jalan Kembur-Metuk Sungguh Memprihatinkan

Tentu ini kabar baik bagi para petani Singkong di Wilayah Borong dan sekitarnya, dengan adanya usaha Kripik Singkong  De Martine para petani bisa menjual hasil singkong dan menghasilkan pundi-pundi uang

Ibu Lusia asal Warat yang merupakan salah seorang petani ubi kayu kepada media ini mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada De Martin Kripik karena hasil ubinya bisa dujual dan menghasilkan pundi pundi uang.

“Jujur saja selama ini Ubi Kayu yang kami tanam ini hanya dimanfaatkan untuk makanan Babi, namun beberapa hari terakhir Ibu pemilik De Martine Kripik datang membelinya untuk dibuatkan Camilan, untuk itu kami sangat berterima kasih karena hasil panen Ubi Kayu kami sudah bisa menghasilkan uang”, ujarnya.

Baca Juga   Ini Tanggapan Direktur YMP Terkait Kasus Persetubuhan Anak di Elar,

(*/epozth/mn)

error: PT. Sosoralo Mikan Media