Borong, MN – Kripik Singkong De Martine adalah salah satu camilan tradisional yang berbahan dasar Singkong yang memiliki cita rasa yang renyah gurih serta nikmat, kini produk asli Manggarai Timur itu anda bisa temukan disejumlah Kios di sekitaran wilayah Borong.
Pemilik usaha Kripik Singkong De Martine, Ernestin Mbalur, kepada media ini menuturkan awal mula usahanya hanya sekedar iseng-iseng, namun karena tetangga dan juga keluarga merasakan nikmatnya kripik tersebut maka perlahan mulai diperjual belikan dalam kemasan yang diberi lebel De Martin Kripik.
“Jualan pertama cuman 7 bungkus namun setelah itu begitu banyak yang memesannya”, tuturnya
Disaksikan media ini di tempat produksi De Martine Kripik di Kampung Bugis, Borong, alat produksi Kripik Singkong ini masih menggunakan alat manual seperti menggunakan Parut, serta digoreng pada wajan yang diletakan di tungku api tradisional
Namun menurut pengakuan Ernestin, meski masih menggunakan alat manual tersebut setiap harinya mampu menghasilkan Kripik sebanyak 80 bungkus bahkan hingga 100 bungkus
Harga jual De Martine kripik ini bervariasi ada kemasan 5000 dan ada yang 10.000.
Menurut Erneatine kini usaha De Martine Kripik ini sudah bekerjasama dengan kios-kios kecil.
“Kini ada 4 kios kecil yang sudah bekerjasama dengan De Martine Kripik”, kata Ernestine
Untuk diketahui bahwa De Martine Kripik ini memiliki Rasa diantaranya ada rasa Balado, Keju, jagung bakar, ekstra Pedas, Manis Pedas dan original. Serta Masa berlaku atau Expayernya 1 sampai 2 bulan.
Tentu ini kabar baik bagi para petani Singkong di Wilayah Borong dan sekitarnya, dengan adanya usaha Kripik Singkong De Martine para petani bisa menjual hasil singkong dan menghasilkan pundi-pundi uang
Ibu Lusia asal Warat yang merupakan salah seorang petani ubi kayu kepada media ini mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada De Martin Kripik karena hasil ubinya bisa dujual dan menghasilkan pundi pundi uang.
“Jujur saja selama ini Ubi Kayu yang kami tanam ini hanya dimanfaatkan untuk makanan Babi, namun beberapa hari terakhir Ibu pemilik De Martine Kripik datang membelinya untuk dibuatkan Camilan, untuk itu kami sangat berterima kasih karena hasil panen Ubi Kayu kami sudah bisa menghasilkan uang”, ujarnya.
(*/epozth/mn)
