
Borong, MN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih kekurangan Dokter Spesialis. Saat ini di RSUD Matim baru memiliki satu Dokter Spesialis Bedah.
Hal ini disampaikan Sekertaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Petrus Sudin, Senin (15/3) di Borong
“Untuk saat ini Manggarai Timur baru ada satu dokter yaitu Dokter Bedah, sementara kita lagi membutuhkan 3 dokter yakni Dokter Kandungan, Dokter Anak, dan Dokter Anastesi”, katanya.
Lebih lanjut kata Petrus pihaknya sudah konfirmasi kepada Kementerian Kesehatan namun masih terkendala biaya, saat ini kata dia Pemda Matim hanya menyediakan anggaran sebesar 35 juta rupiah namun Kemenkes meminta 50 juta untuk kebutuhan satu orang dokter spesialis.
“Karena kami baru memiliki anggaran 35 juta sehingga kami masih terus berupaya untuk penambahan anggaran karena dari Kemenkes meminta 50 juta untuk kebutuhan satu Dokter specialis”, ujarnya
Ia juga mengatakan Pihak telah melakukan penandatanganan MoU dengan Kemenkes dan Udayana untuk kebutuhan tenaga dokter spesialis di RSUD Matim
“Dan jujur saja untuk saat ini kami sudah lakukan teken MOU dengan Kemenkes serta Teken MOU dengan Udayana untuk memenuhi kebutuhan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Matim,”, katanya
Ia menambahkan segala perlengkapan yang dibutuhkan dokter sudah disiapkan, untuk itu Ia sangat berharap kepada DPRD Manggarai Timur untuk keluarkan anggaran untuk kebutuhan dokter spesialis di RSUD Matim
Menurutnya satu unit Rumah Dinas Dokter spesialis yang ada di Lehong Kelurahan Satar Peot Kecamatan Borong yang sudah selesai dibangun tahun 2019 silam hingga saat ini belum ditempati.
“Rumah Dinas itu sebenarnya digunakan oleh Dokter Bedah namun hingga saat ini Dokter tersebut lebih memilih menggunakan rumah pribadi”, tutupnya
(*/epozth/mn)



