Oelatimo, MN – Bupati Kupang, Yosef Lede, memimpin langsung pelaksanaan Cetak Sawah Baru, di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur. Cetak Sawah baru ini dilakukan di lahan tidur seluas 77 Hektar milik masyarakat Desa Oelatimo.
Yosef Lede, saat Pencanangan Cetak Sawah Baru di lokasi cetak sawah tersebut mengatakan, masyarakat Desa Oelatimo patut bersyukur dan berbahagia karena daerah mereka terpilih menjadi salah satu lokasi untuk dijalankan proyek percetakan sawah baru oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kupang, apalagi kegiatan tersebut terlaksana hanya di beberapa lokasi saja di Indonesia dan dilakukan bertahap. Dilanjutkan, apa yang didapati masyarakat Desa Oelatimo itu harus dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat, untuk meningkatkan usaha pertanian mereka secara signifikan.
“Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa – apa ini kini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi kita semua harus bersyukur dengan memanfaatkan lahan yang di buka ini. Tanam sebanyak – banyaknya, jangan takut tidak ada pasar, pemerintah lewat Bulog pasti akan membelinya”, ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang ungkap dia, akan mendukung masyarakat Desa Oelatimo secara maksimal, untuk memastikan lahan yang baru dibuka akan dimanfaatkan masyarakat. Dikatakannya, bantuan – bantuan alat pertanian akan diusahakan agar disalurkan kepada masyarakat, begitu juga dengan sarana pengairan seperti bendungan dan pembuatan sumur bor, yang akan diusahakan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendukung usaha pertanian masyarakat.
Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono mengatakan, masyarakat Desa Oelatimo mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah membantu mereka meningkatkan area persawahan mereka, yang tentu saja akan mereka usahakan secara maksimal untuk peningkatan kesejahteraan bersama. Ditambahkannya, daerah yang dibuka menjadi sawah tersebut adalah daerah yang subur dan pernah dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian hingga tahun 2007, namun ditinggalkan dan menjadi lahan tidur yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan tinggi, seiring dengan rusaknya Bendungan Uel 2, sehingga daerah tersebut kesulitan mendapat pasokan air untuk usaha pertanian.
Turut hadir dalam kesempatan tersebu, Kepala BPLIP Mataram, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Plt.Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Camat Kupang Timur, dan masyarakat setempat. (pkp/MN)













