Berita  

Diduga Kualitas Bangunan Rendah, Kandang Babi Fatukanutu Mulai Rusak

Mikannews

Fatukanutu, MN – Bangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan Babi di Dusun 6, Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, yang selesai dikerjakan pada 2022–2023, hingga kini belum dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya.

 

Ironisnya, bangunan yang belum beroperasi tersebut kini mulai menunjukkan sejumlah kerusakan pada bagian lantai, dinding, hingga fasilitas kandang.

 

Pantauan Mikannews.com di lokasi, Rabu (23/9/2026) siang, sejumlah bagian lantai kandang terlihat terkelupas. Pada beberapa titik, lantai berbahan semen itu juga tampak berlubang akibat dibor “Undur-undur” (red_serangga tanah)

 

Kerusakan juga terlihat pada bagian dinding. Beberapa bagian tembok tampak mengalami kerenggangan dengan celah sekitar 1–3 sentimeter. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya persoalan pada kualitas pengerjaan atau material bangunan. Namun, penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan teknis.

Baca Juga   Raker Komwil IV Apeksi Ke 17 Rekomendasikan kebijakan Bagi Tenaga Kontrak

 

Selain itu, ketebalan dinding pada sejumlah bagian terlihat tidak seragam. Permukaannya tampak bergelombang dan tidak simetris sehingga secara visual memberikan kesan pengerjaan yang kurang rapi.

 

Sejumlah pintu kandang berbahan besi juga terlihat mengalami kerusakan. Kondisi ini menjadi sorotan karena bangunan tersebut relatif masih baru dan hingga kini belum dimanfaatkan.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Oktaviana A. Manulangga, membenarkan, bangunan tersebut merupakan UPT Perbibitan Babi yang dibangun sebagai pusat penyediaan bibit babi bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

Baca Juga   Ratusan Balita Manusak Ikut Pelayanan Posyandu Tim Medis Puskesmas Naibonat

 

Menurutnya, fasilitas tersebut terdiri atas gedung perkantoran dan satu los kandang yang diperuntukkan bagi indukan, pejantan, kandang melahirkan hingga penggemukan.

 

UPT tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 20 ekor indukan dan dua ekor pejantan. Namun, hingga kini fasilitas yang dibangun dengan tujuan mendukung penyediaan bibit babi bagi masyarakat tersebut belum memberikan manfaat.

 

Hingga berita ini diturunkan, besaran anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Peternakan untuk pembangunan UPT Perbibitan Babi di Fatukanutu belum diketahui secara pasti.

Baca Juga   WoW, Mahasiswa Unika dirikan Pojok Baca di Desa Belobatang -Lembata 

 

Kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan sebelum dimanfaatkan ini perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kualitas pekerjaan, pemeliharaan bangunan, serta efektivitas pemanfaatan aset pemerintah. (sam/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media