Kupang, MN – SMK Negeri 6 Kota Kupang sangati mendukung program kebersihan yang digalakkan Pj Wali Kota Kupang, George Hadjo karena kebersihan adalah bagian dari iman dan budaya yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan. Demikian hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Kupang, Asa Lahtang kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/11/2022) pagi
Menurut dia, SMK Negeri 6 selalu menjaga kebersihan sekolah sebelum ada program kebersihan yang digagas Pemerintah Kota Kupang saat ini.
“Menjaga kebersihan tidak saja dilakukan oleh para murid tetapi juga oleh guru-guru di sekolah ini ikut terlibat aktif menjaga kebersihan yang juga sudah menjadi bagian dari budaya. Waktu dilantik jadi kepala sekolah pada Desember tahun lalu sejak itulah kebersihan menjadi prioritas yang harus dijalankan di sekolah tersebut. Yang wajib dilakukan tiap hari biasanya karena kami tidak punya bak sampah Jadi kami isi sampah-sampah di kantong plastik besar kemudian telepon truck sampah untuk angkut.”ungkapnya.
Kedepan pihaknya bahkan punya rencana untuk membangun kerjasama dengan sejumlah pabrik plastik sehingga sampah-sampah di sekolah itu bisa langsing dipasahkan, sampah organik dan unorganik agar bisa langsung didaur ulang.
Terpisah, Ketua OSIS SMK Negeri 6, Mediana Kuth kepada media ini mengaku secara tersistematis, pengurus OSIS di sekolah tersebut ikut aktif menjaga kebersihan di sekolah tersebut
Sejumlah kegiatan kebersihan itu ungkap dia, seperti kegiatan kebersihan kelas yang dilakukan setiap hari sebelum memulai pembelajaran atau kegiatan kerja bakti di setiap hari Sabtu.
Selain itu pengurus OSIS yang dipimpinnya itu selalu menginformasikan ke semua siswa terutama kepada teman-teman yang sedang berbelanja di kantin agar mereka buang sampah selalu pada tempatnya.
Tidak hanya, pengurus OSIS yang dipimpinya itu bahkan akan melakukan pemeriksaan ruang kelas sebelum pulang sekolah agar kondisi kebersihan ruang kelas tetap terjaga.
Untuk diketahui, jumlah siswa di SMK Negeri 6 Kota Kupang berjumlah lebih dari 1020 orang, miliki 70 orang tenaga pengajar dan terbagi dalam 30 rombongan belajar. (MN)













