Berita  

Pemkab Kupang, UCB dan Politeknik Pertanian Tandatangan MoU Kerja Sama 

Mikannews

Oelamasi, MN – Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Rektor Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menandatangani memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Kupang dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang serta Universitas Citra Bangsa Kupang. Penandatanganan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kupang, di Oelamasi, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kamis (7/5/2026) siang.

 

Kerja sama tersebut meliputi penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara UCB dan Pemerintah Kabupaten Kupang, PKS antara UCB dan RSUD Naibonat terkait praktik kerja klinik, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta penguatan kerja sama dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi menjadi harapan besar bagi Kabupaten Kupang yang masih termasuk wilayah kategori 3T.

“Hari ini kami bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Kupang mendapatkan berkat. Tuhan mengutus orang-orang datang ke sini karena mengetahui Kabupaten Kupang masih terkategori daerah 3T. Saya menyampaikan terima kasih kepada Politani dan UCB yang hari ini bisa melakukan MoU bahkan sampai pada PKS,” ujar Yosef Lede.

Baca Juga   Kemendagri Ajak Bangun Strategi Atasi Kemiskinan Ekstrim di NTT

 

Bupati menegaskan bahwa kerja sama yang dilakukan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

 

Di sektor pertanian, Yosef Lede menyebut Kabupaten Kupang memiliki potensi lahan yang sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi agar hasil pertanian dapat meningkat. Ia berharap kehadiran Politani dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengubah pola pikir generasi muda terhadap profesi petani.

“Kita punya lahan banyak, tetapi jangan sampai satu hektar hanya menghasilkan lima ton. Kami berharap Politani bisa membantu sehingga hasilnya meningkat. Kalau hasil pertanian baik dan menghasilkan, anak-anak muda juga akan tertarik menjadi petani. Kita harus menanamkan pemahaman bahwa petani adalah profesi yang memberi kehidupan,” katanya.

 

Selain pertanian, Bupati Kupang juga menyoroti keterbatasan tenaga dokter dan tenaga kesehatan di Kabupaten Kupang. Menurutnya, masih banyak puskesmas yang belum memiliki dokter, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terus meningkat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap kerja sama dengan UCB dapat membantu memperkuat sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Baca Juga   Pj. Wali Kota Kupang Dorong Kualitas Sekolah GMIT Berbasis Spritual

 

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jeremias, dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tugas utama perguruan tinggi adalah melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi strategi penting untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Menurut Johanis, Kabupaten Kupang menjadi salah satu wilayah prioritas Politani karena memiliki basis pertanian yang kuat. Ia menjelaskan bahwa Politani telah melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat di Kabupaten Kupang, termasuk mendukung pengembangan kawasan agroeduwisata di Desa Mata Air yang diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kami berharap hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kupang dapat terus berjalan baik sehingga tugas dan fungsi perguruan tinggi dapat terlaksana, sekaligus manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

 

Sementara itu, Rektor Universitas Citra Bangsa Kupang, Prof. Dr. Emr. Frans Salesman, S.E., M.Kes, menyampaikan bahwa UCB siap membantu Pemerintah Kabupaten Kupang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Salah satu program yang akan dikembangkan adalah peningkatan jenjang pendidikan bidan dari D3 ke S1 dan profesi bidan melalui sistem perkuliahan hybrid.

Baca Juga   Jeriko-Adinda Siapkan Tiga Model Beasiswa, Lanjutkan TPP Guru Rp1,35 Juta

 

Menurutnya, program tersebut penting mengingat regulasi Undang-Undang Kesehatan terbaru mengharuskan tenaga bidan meningkatkan kualifikasi pendidikan agar tetap memperoleh tunjangan profesi dan jasa medis di masa mendatang.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Akademik Max A. Supit, Wakil  Rektor III Bagian Kerja Sama Jhon Esntein, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sakti Batubara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Cardial Leo Penu,, Kabid Pengabdian Masyarakat Dr. Roosna Adjam, Koordinator Kerja Sama drh. Erda Rame Hau, M.Biotech., Asisten 1 Sekda kab.Kupang Guntur Taopan, Kepala Dinas Kesehatan dr.Desimiyeti Ngatriani, Kepala Dinas Pertanian Amin Juariah, Kepala Dinas Pendidikan Marthen Rahakbauw, Direktur RSUD Naibonat dr.Kudji Riwu Kaho dan jajaran lainya. (pkp/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media