Oelamasi, MN – Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius S.J. Sanam, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Kolaborasi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kupang di Oelamasi. Selasa, (28/4/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Sekda Mateldius Sanam, menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta membangun sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Desa, dinas, masyarakat, hingga organisasi non-pemerintah (NGO), guna mendukung implementasi program konservasi pesisir pantai secara efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang sangat besar dengan luas perairan sekitar 7.178,28 kilometer persegi, termasuk kawasan konservasi yang masih perlu dikelola secara optimal.
“Pemeliharaan wilayah konservasi pesisir pantai sangat penting karena berfungsi sebagai benteng alami pelindung daratan, penjaga keanekaragaman hayati, dan penopang ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa upaya konservasi yang serius, kerusakan ekosistem laut dan pesisir akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Dampak tersebut antara lain menurunnya hasil tangkapan ikan, hilangnya mata pencaharian, meningkatnya biaya operasional nelayan karena harus melaut lebih jauh, hingga ancaman abrasi pantai.
Oleh karena itu, Dirinya berharap seluruh peserta sosialisasi dapat memberikan masukan yang konstruktif dan berbasis data agar program ini berjalan sesuai target, yakni ; meningkatnya pemahaman masyarakat terkait konservasi pesisir laut, adanya dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program dan teridentifikasinya peran masyarakat dan stakeholder dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Koordinator Bengkel APEK Thersia Ratu Nubi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang beserta jajaran serta lembaga mitra yang telah membangun kerja sama yang baik.
Ia menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Erbaun dan Desa Merbaun, Kabupaten Kupang. Bengkel Apek sendiri telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Konservasi Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Untuk implementasi program ini, kami membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Wilayah perairan laut di Kabupaten Kupang sangat luas dan memiliki potensi besar untuk dikelola bersama demi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi di Desa Erbaun dan Merbaun sangat besar namun belum dikelola secara optimal. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama berdiskusi dan memberikan kontribusi nyata, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun partisipasi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Kupang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten 1 Sekda Kab.Kupang Guntur Taopan, Kepala Dinas Pariwisata Marthen Timate, Camat Amarasi Barat, Kepala Desa Merbaun dan Erbaun, Perwakilan Lembaga Mitra Kabupaten Kupang, dan tamu undangan lainnya. (pkp/MN)













