Tarus, MN – Sebanyak puluhan orang tua anak peserta didik di PAUD Margareta Ricci Corbasro Osiloa, mengikuti kegiatan Sosialisasi Positif Parenting. Kegiatan yang menghadirkan Pembicara Dosen Psikologi dan Perkembangan Anak, Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (IAKN) Kupang, Frederiksen V. Amseke. M.Si tersebut, membahas tuntas psikologi anak melalui tema “Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak” di Aula PAUD MRC Osiloa, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (1/2/2025) pagi.
Usai tampil sebagai Pembicara dalam kegiatan tersebut, Dosen Psikologi dan Perkembangan Anak, Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (IAKN) Kupang, Frederiksen V. Amseke. M.Si kepada media ini menjelaskan, kegiatan Sosialisasi Positif Parenting ini akan menjadi dasar untuk membekali para orang tua dengan pengetahuan tentang cara dan gaya pengasuhan tumbuh kembang anak usia dini.
Dijelaskan, ada beberapa gaya dan pola asuh orang tua yakni otoriter dan demokratis yang dilakukan dan dampaknya bagi perkembangan anak. Pola asuh yang dianjurkan adalah pola asuh demokratis atau pola asuh timbal balik, di mana anak merasa dihargai, diterima, dicintai, karena ada komunikasi dan interaksi dengan orang tua. Efeknya, anak akan berkembang menjadi kepribadian yang sehat, karena ketika menghadapi masalah dia bisa langsung bercerita kepada orang tua sebagai tempat pertama dan selanjutnya orang tua akan memahami kebutuhan anak di mana ketika anak itu menghadapi masalah, orang tua langsung segera membantu memperbaiki atau memecahkan kesulitan yang anak hadapi.
“Pola asuh ini menjadi sangat penting, ada interaksi dua arah, antara anak dan orang tua. Dimana, orang tua harus mengerti kebutuhan anak secara psikologi dan secara fisik juga anak bisa berkomunikasi, apa yang harus dipahami orang tua dalam mendidik anak, mengasuh, membimbing dan menjadi contoh teladan untuk anak.”ungkapnya
Selain itu, ada juga pola asuh di mana orang tua tidak terlibat aktif karena anaknya diasuh oleh kakek/nenek. Hal ini menjadi perhatian bahwa dampaknya cukup besar dan mempengaruhi kondisi psikologis anak di masa mendatang.
Ada juga orang tua yang cenderung membiarkan dan berdampak memanjakan, memang ini baik tetapi ada sisi kurang baiknya apabila itu dilakukan secara berlebihan.
Orang tua harus memahami pola asuh untuk bisa mempengaruhi kebutuhan anak, kemudian menerapkan pola asuh ideal untuk memahami kebutuhan anak yang tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis dalam tumbuh kembangnya.
Terpisah, Kepala Sekolah PAUD Margareta Ricci Corbasro Osiloa, Suster Magdalena Meo, kepada media ini menjelaskan, kegiatan Sosialisasi Parenting ini merupakan salah satu dari beberapa program di PAUD MRC Osiloa, tetapi program ini adalah sisipan untuk mengetahui perkembangan anak dari pola asuh orang tua di rumah dan mempengaruhi perkembangan anak di sekolah. Inilah alasan dan dasar pihaknya menghelat kegiatan sosialisasi Positif Parenting dan mendatangkan dosen psikologi IAKN Kupang sebagai pembicara.
“bukan berarti orang tua tidak tahu mengasuh anak, tetapi ada hal-hal tertentu yang harus diketahui oleh orang tua, bagaimana cara pengasuhan yang benar.”ungkapnya
Setelah ini, PAUD MRC Osiloa yang dipimpinnya telah mengagendakan kegiatan lanjutan pada kegiatan family day camping keluarga yang akan dilaksanakan pada bulan Juni di mana akan tetap ada kegiatan seperti ini tapi lebih banyak diangkat dari kesaksian orang tua bagaimana mengasuh anak-anak mereka di rumah.
Untuk diketahui, kegiatan Sosialisasi Positif Parenting yang dihelat secara bersamaan dengan acara perpisahan salah seorang Suster dan juga guru pengajar di PAUD MRC Osiloa yakni Suster Sandri tersebut, dilangsungkan juga penandatanganan MoU kesepakatan kerjasama antara PAUD MRC Osiloa dan Psikologi dan Perkembangan Anak, Prodi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini IAKN Kupang. (sam/MN)
