Oelamasi,MN – Guna berkoordinasi untuk memastikan keberadaan sejumlah perguruan silat serta kelancaran operasional perguruan silat yang dipimpinnya, Ketua Asosiasi Silat Padjadjaran Nasional, Kabupaten Kupang, Arthur Ximenes mendatangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kupang. Jumat (4/10/2024) pagi
Usai menghelat pertemuan tersebut, Arthur Ximenes kepada awak media mengungkapkan, jumlah perguruan silat di Kabupaten Kupang semakin bertambah. “Melihat situasi di lapangan, semakin ramai. Oleh karena itu, kami datang untuk berkoordinasi terkait keberadaan perguruan kami di sini,” ujarnya.
Menurut dia, perguruan Silat Padjadjaran Nasional yang berpusat di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, saat ini memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kupang Timur (Manusak), Amabi Oefeto, Fatuleu, Fatuleu Barat, Amfoang Barat Daya, dan Camplong. Selain itu, sejak didirikan pada tahun 2002 di Tuapukan, perguruannya kini telah memiliki lebih dari 500 anggota.
Sebagai Ketua organisasi silat dirinya perlu berkoordinasi dengan Kesbangpol untuk memantau aktivitas perguruan, terutama dalam hal menjaga ketertiban dan menghindari potensi kenakalan remaja atau gesekan antar kelompok. “Jika ada hal-hal yang menyangkut latihan atau gesekan, kita bisa segera menanganinya. Kami juga akan memantau jika ada anggota kami yang terlibat dalam masalah,” jelasnya.
Perguruan Silat Padjadjaran Nasional yang pusatnya berada di Bogor dan telah berdiri sejak 12 Desember 1928 ini rutin mengadakan latihan setiap Jumat dan Sabtu di Desa Manusak. Sementara itu, ranting-ranting di wilayah lain seperti Fatukanutu, Camplong, Amabi Oefeto, dan Amfoang Barat Daya menyesuaikan jadwal latihan mereka sendiri.
Arthur berharap melalui koordinasi yang baik dengan pihak Kesbangpol, perguruan silat dapat terus berkembang secara positif dan memberikan dampak baik bagi masyarakat setempat. (diksen/MN)













