Mata Air, MN – Semenjak menjabat sebagai Kepala Desa dan menjalankan tugas sejak Januari hingga Juli tahun ini, Penanganan stunting di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang berjalan baik. Penanganan stunting menjadi fokus program Pemerintah Pusat dan Pemdes Mata Air siap menyukseskan. Untuk diketahui jumlah penderita gizi buruk di Desa Mata Air menunjukkan tren penurunan dari angka 30 menjadi 20 orang penderita gizi buruk. Demikian diungkapkan Kepala Desa Mata Air, Elia Luluporo kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (14/7/2023)
Selain anggaran Pemerintah Pusat, di tingkat Desa Mata Air pihaknya juga dialokasikan anggaran bagi penanganan stunting dalam APBDes sebesar lebih dari seratus juta rupiah melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan juga orang tua asuh
Dijelaskan, soal Pemberian Makanan Tambahan sudah dilaksanakan hampir di semua posyandu yang ada di Desa Mata Air dan menyasar anak balita 1-5 tahun sebagai penderita stunting, gizi buruk dan ibu-ibu hamil
Program PMT menjadi ujung tombak penanganan stunting dan diharapkan bisa berdampak baik namun jika belum berhasil maka akan dipikirkan strategi lain seperti gerakan orang tua asuh dll.
“Semoga dengan anggaran yang besar melalui kegiatan PMT dan orang tua asuh penanganan stunting di Desa Mata Air bisa berhasil.”ungkapnya.
Pastinya Ini pekerjaan besar Pemdes Mata Air dan diharapkan dapat memberikan dampak baik secara khusus kepada penderita stunting (MN)













