Berita  

Mensos Risma Berdayakan Korban TPPO Asal NTT dengan Usaha Produktif

Mikannews

Oelamasi, MN – Dalam upaya mengatasi persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di beberapa daerah di Indonesia secara khusus di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah RI melalui Kementerian Sosial melaksanakan sejumlah program pemberdayaan untuk membantu para korban TPPO agar bisa hidup mandiri dan tidak lagi tergiur mencari pekerjaan di luar daerah atau negara orang secara ilegal. Demikian fakta yang terungkap di balik kedatangan Menteri Sosial, Dr. Ir. Hj. Tri Rismaharini, MT di Panti Sosial Efata Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT Rabu (12/7/2023) pagi

Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Sosial RI di Panti Sosial Efata Naibonat itu terpantau, langsung mengadakan dialog bersama puluhan warga panti sosial dan beberapa di antaranya adalah korban TPPO.

Dalam dialog tersebut, Menteri Sosial yang akrab dipanggil Bu Risma ini, dengan tegas meminta salah seorang korban TPPO yang berstatus ibu rumah tangga itu untuk tidak lagi pergi TKW dan sebaliknya memulai hidup mandiri dengan usaha produktif seperti bercocok tanam sayur, buah-buahan, beternak babi, usaha menenun, menjahit, usaha salon kecantikan dll.

Baca Juga   Bupati Kupang Resmikan Sumur Bor Air Bersih Bantuan Indomaret di Bolok

“Jangan tinggalkan suami, Kami akan bantu supaya tidak TKW ke negara orang dan memanfaatkan pekarangan untuk usaha produktif bagi kebutuhan keluarga.”ungkapnya.

Orang nomor satu di Kementerian Sosial RI ini juga tidak henti-hentinya memberi motivasi untuk membangkitkan semangat hidup mandiri melalui kegiatan usaha produktif.

“Tuhan tidak merubah nasib kita kalo kita tidak mau merubahnya. Kalo kita mau merubah Tuhan pun akan merubah nasib kita. Yang merubah nasib kalian, ya kalian sendiri. Melawan kemajuan dengan kreativitas. Kalo tidak, mati. Makanya kita bekali ilmu tambahan. Kita harus berikan seluruh apa yg dibutuhkan. Saya saat masih SMA sudah dikasih mobil sama orang tua. Tapi saya harus tetap bergerak. Saya punya toko. Saat Lebaran dan Natal saya bisa mendapat masukan 100 juta. Jadi kenapa kalian tidak bisa. Itu hak kalian untuk sukses. Tuhan tidak bedakan. Kuncinya tidak ada kata menyerah dan putus asa.”ungkapnya.

Baca Juga   Pemkot Kupang Gelar Malam Resepsi HUT dan Apresiasi Investasi 2025

Untuk diketahui, Mensos Risma bertemu dan berdialog dengan 22 orang korban kasus TPPO dimana 7 di antaranya adalah korban yang dipulangkan dari kasus yang terjadi di Riau. Tujuh orang tersebut berasal dari Kabupaten Malaka 3 orang, Timur Tengah Utara 1 orang, Belu 2 orang, dan Ende 1 orang. Sedangkan 15 orang lainnya adalah korban TPPO dari kasus lain sebanyak 15 orang yang berasal dari Timur Tengah Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Sosial RI. Dr. ( H.C) Ir. Hj. Tri Rismaharini. MT. Dirjen Rehabilitasi sosial. Pepen Nazarudin. Staf Khusus Menteri. Donrosano. Kepala Biro Umum Kemensos, Wiwi, Direktur KBK Kemensos, Rahmad. Kapolsek Kupang Timur. Iptu Joni F. Lapuisaly, Kanit Binmas Polsek Kupang Timur. Maks Fay, SH.

Baca Juga   Kontingan Pesparawi NTT Asal Kabupaten Kupang Tiba di Yogyakarta

Usai mengadakan dialog bersama para korban TPPO di Panti Sosial Efata Naibonat, Mensos Risma langsung terbang ke Jogjakarta, melanjutkan lawatan kerjanya. (MN)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PT. Sosoralo Mikan Media