Berita  

Bantalan Bendungan Babau Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam

Mikannews

Babau, MN – Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya beberapa hari lalu, bantalan Bendungan Leter T di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur patah dan jebol tersapu banjir. Akibatnya, ratusan hektar sawah di wilayah itu terancam gagal tanam.

Disaksikan Mikan-news.com pasca kejadian bencana banjir, Selasa (7/2/2023), kerusakan Bendungan Leter T di Kelurahan Babau cukup parah pasalnya, hampir 90 persen bantalan bendungan yang terbuat dari coran beton dan semen itu lenyap tersapu banjir. Tidak hanya itu, terpantau juga, bekas luapan air yang mengikis sejumlah tebing di kedua sisi bendungan tersebut.

Ketua Poktan Satu Rasa, Babau, Yap Bait kepada media ini membenarkan akibat kerusakan Bendungan Leter T tersebut sebanyak 207 hektar sawah yang dikelola belasan Kelompok Tani dengan ratusan anggotanya tersebut terancam gagal tanam.

Baca Juga   Ikut Aturan Pempus, Saat Dijabat Jeriko PAD Kota Kupang Tidak Turun

Pihaknya, ungkap dia, secara swadaya dan gotong-royong berupaya mengatasi kerusakan bantalan bendungan Leter T tersebut dengan upaya darurat menggunakan pasak kayu sebagai pembendung air sementara untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah ditanam agar tidak kering dan mati.
.

Ia juga berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Kupang dan Balai Sungai bisa memperbaiki bendungan tersebut secara permanen sehingga pihaknya bisa kembali bekerja seperti biasa.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo yang juga hadir melihat langsung kondisi kerusakan Bendungan Leter T di Babau tersebut kepada awak media membenarkan jika tidak ada penangan darurat perbaikan bendungan tersebut maka dipastikan masyarakat petani Kelurahan Babau, Oesao, Merdeka dan sekitarnya akan gagal tanam dan terancam kelaparan.

Baca Juga   Kunjungan Surya Paloh ke Demokrat, AHY: Kami Ingin Kapal Koalisi Ini Berlayar dan Menang

Dirinya, sangat mengapresiasi langkah-langkah dan upaya yang diambil masyarakat petani setempat karena secara swadaya berupaya memperbaiki sekalipun berupa penanganan darurat

Yang jelas, semangat gotong royong masih terpelihara di masyarakat dan hal ini perlu kolaborasi dan dukungan. Pemerintah juga DPRD Kabupaten Kupang

“Dinas PUPR dan BPBD sudah menurunkan Excavator untuk membantu upaya dan kerja masyarakat petani. Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang saya terus mendorong untuk langkah percepatan penanganan darurat perbaikan bantalan bendungan secara swadaya oleh masyarakat karena padi yang sudah ditanam mulai kering. Kita perlu kolaborasi sehingga petani bisa segera melanjutkan proses tanam karena kalau mereka gagal tanam makan ancaman kelaparan akan nyata terjadi.”ungkapnya.

Baca Juga   Pemkot Kupang Beri Bantuan Sosial Keagamaan 

 

Tidak hanya itu, selaku Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang dirinya juga sudah berkoordinasi dengan dinas PUPR untuk segera menganggarkan anggaran bagi perbaikan bendungan secara permanen karena masyarakat petani Kabupaten Kupang sebagai penerima manfaat walaupun tanggung jawab sebenarnya ada di Balai Sungai. (MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PT. Sosoralo Mikan Media