Terbuka Tanpa Pagar Jadi Kendala SMPN 10 Lasiana Jaga Kebersihan

Mikannews

Kupang, MN – Memiliki lingkungan sekolah, yang cukup luas dan terbuka tanpa pagar pengaman yang memadai pastinya akan membuat SMPN 10 Lasiana mudah tercemar sampah apalagi berada persis di tengah-tengah pemukiman warga. Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Lasiana Kota Kupang, Jhon Watimena kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (7/11/2022)

Sebagian pagar di sekolah SMPN 10 Lasiana ungkap dia, roboh akibat terpaan badai Seroja beberapa waktu lalu dan kini menjadi terbuka di kelilingi pemukiman warga. Tentu hal in akani menjadi kendala bagi pihaknya untuk menjaga kebersihan juga keamanan di sekolah tersebut

Selain itu, untuk menjaga agar sekolah ini tetap bersih pihak sekolah juga membatasi para murid agar tidak berbelanja di luar tetapi hanya di kantin yang ada dalam lingkungan sekolah.

Baca Juga   WoW, Punya Nomor Urut 14, Partai Demokrat Kabupaten Kupang Daftar Bacaleg ke KPU Tanggal 14

Sebelumnya diberitakan media ini, untuk mendidik sekaligus menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, SMP Negeri 10 Lasiana Kota Kupang berlakukan pemberian sanksi pungut sampah kepada murid-murid yang terlambat masuk sekolah.

Tidak hanya itu, pihak sekolah SMPN 10 Lasiana juga sudah menjalankan instruksi Pj Wali Kota soal 15 menit sebelum masuk dan sebelum keluar sekolah wajib bersihkan lingkungan dari sampah, terutama sampah plastik.

Baca Juga   Bertemu Warga Alak, Jeriko Siap Kembangkan Potensi Anak Muda

“Disini kami selalu menyampaikan kepada siswa pentingnya kebersihan dan setiap pagi saat apel itu kita selalu menyampaikan itu supaya kebersihan selalu terjaga dan juga kita sudah menjalani instruksi walikota soal 15 menit sebelum masuk dan keluar sekolah harus bersihkan lingkungan sekolah dari sampah.”ungkapnya.

Selain itu, untuk menunjang kebersihan di sekolah tersebut, di tiap-tiap ruang kelas ditempatkan 2 tempat sampah yang berada di dalam dan di luar ruang kelas

Untuk di ketahui, SMP Negeri 10 Lasiana Kota Kupang miliki sebanyak 912 murid, 71 orang tenaga pendidik dengan 30 rombongan belajar. Karena masih kurang ruang kelas pihak sekolah berlakukan sistim sekolah siang bagi kelas 7; sementara kelas 8 dan 9 sekolah pagi. (MN)
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PT. Sosoralo Mikan Media