Kupang, MN – Tidak tersedianya tempat – tempat sampah menjadi alasan tersendiri rendahnya tata kebersihan di sejumlah lingkungan sekolah di Kota Kupang. Demikian fakta yang terungkap saat monitoring sekaligus penjurian lomba kebersihan sekolah oleh Pj Wali Kota Kupang, George Hadjo dan para awak media di sejumlah sekolah di Kelurahan Naioni pada Rabu (2/11).
Sejumlah sekolah yang dikunjungi Pj Wali Kota Kupang, George Hadjo dan para awak media tersebut di antaranya, SD GMIT Naioni, SMP Negeri 17 dan SDN Naioni.
Pj Wali Kota Kupang, George Hadjo usai kegiatan tersebut kepada awak media meminta para kepala sekolah untuk terus fokus menjaga kebersihan dan penanganan sampah secara baik di lingkungan sekolah masing-masing.
Terkait persoalan tempat sampah Pemerintah Kota Kupang ungkap dia, telah berupaya bersama sejumlah stakeholder melalui program CSR akan menyediakan kebutuhan akan tempat sampah kepada sekolah-sekolah dan fasilitas publik lainnya.
.
“Harapannya ke depan setiap 200 meter ruang publik di Kota Kupang memiliki tempat sampah.”bebernya.
Untuk diketahui, dalam upaya mewujudkan Kota Kupang menjadi kota terbersih di Indonesia, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, S.H., gencar mengajak semua elemen masyarakat termasuk insan Pers untuk turut memberikan perhatian dan kerja sama demi terciptanya kebersihan di Kota Kupang.
Salah satu upaya untuk menjadikan Kupang kota terbersih, Pemerintah Kota Kupang melalui Pj Wali Kota, George Hadjo mengadakan lomba kebersihan antar sekolah dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),TK, SD hingga SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan karakter anak untuk menjaga kebersihan sejak dini.
Lomba tersebut telah di launching sejak 1 September 2022 dan akan berakhir pada 20 Desember 2022. Dalam proses penjuriannya akan melibatkan insan media baik media cetak maupun elektronik sebagai tim penilai. Seiring berjalannya waktu kurang lebih 2 bulan, Penjabat Wali Kota turut serta melakukan peninjauan atau sidak ke beberapa sekolah. Dalam sidak tersebut para insan pers juga diajak untuk turut serta, tidak hanya sekedar memberitakan kondisi kebersihan sekolah tetapi juga memberi penilaian. (MN)













