Buraen, MN – Tim monitoring program SIAP SIAGA melakukan kunjungan ke desa wisata di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang, Rabu (3/8/ 2022)
Kunjungan ini dilansungkan di aula lokasi wisata pantai teres dqn mempertemukan tim monitoring dengan kelompok sadar wisata Fatu Braon.
program Siap Siaga merupakan program pengurangan risiko pemulihan dampak Covid-19 terhadap masyarakat di desa Wisata kabupaten Kupang.
Program tersebut digagas oleh yayasan Swara Parangpuan dan Yayasan Ume Daya Nusantara.
program Siap Siaga adalah program lima tahun yang didanai oleh Pemerintah Australia, dalam hal ini Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), dalam kemitraannya dengan Pemerintah Indonesia.
Tujuannya untuk memperkuat penanggulangan bencana di Indonesia dan mendorong kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam memperkuat aksi kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik.
Kerjasama dengan pemkab Kupang ini diimplementasikan selama 9 bulan dengan strategi merevitalisasi desa wisata yang inklusi di 3 desa wisata yang ada di kecamatan Semau, Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Kupang Barat.
Monitoring kali ini dimpimpin lansung oleh staff dubes Australia Mr. Simon dan Ms. Denika bersama Direktur Pemetaan dan Evaluasi Resiko Bencana BNPB, Udrekh.
Mr. Simon meminta agar kelompok sadar wisata Fatu Braon terus mengembangkan pariwisata di Buraen.
“Menjadi suatu kebanggaan bisa bekerjasama meningkatkan kesehajahteraan di Kelurahan Buraen,” ujarnya.
Bagi dia ada potensi wisata yang luar biasa di Buraen dan bila dikelola dengan baik bisa dinikmati oleh semua warga Buraen.
Pasca bada Seroja dan pandemi Covid saat ini semua pihak sedang mengupayakan pemulihan ekonomi oleh karena itu dia memberikan apresiasi atas kolaborasi lembaga pemerintah dan pokdarwis untuk memberdayakan sektor pariwisata dalam memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Terus berinovasi mengembangkan patiwisata di tempat ini,” tukasnya.
Dirinya juga meminta agar pemrintah Kabupaten Kupang agar terus dukung pariwisata di Kelurahan Buraen.
Camat Amarasi Selatan Tonci Teuf mengungkapkan selama ini kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Fatu Braon yang sudah terbentuk bulan April lalu sudah mendapatkan pendampingan dari Yayasan UDN dan Swara Parangpuan.
Namun dirinya meminta lebih pada pengembangan sumber daya manusia dan pelibatan masyarakat lokal.
“Melalui pendampingan ini semoga ada letupan-letupan inovasi yang bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.
Karena pariwisata masuk dalam salah satu program khusus Bulati dalam revolusi 5P maka dia meminta agar juga mendapat dukungan penuh..(Tim/MN)
