Kupang, MN – Siapa bisa menyangka nasib hidup seseorang. Itulah yang diialami Riflan Hayon (43) tahun, warga Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yang awalnya bercita-cita menjadi seorang Pastor ternyata nasib dan panggilan hidup membawanya menjadi seorang wartawan.
kepada Media ini, Selasa (21/6), Riflan menceritakan kecintaannya menjadi seorang pewarta berita dimulainya sejak ia masih duduk di bangku SMP, dimana kala itu, ia sudah terbiasa menggeluti pekerjaan berjualan koran selepas pulang sekolah.
Menjadi seorang penjual koran, Riflan mengaku terbiasa membaca berita-berita koran yang dijajakannya itu, ia menjadi tertarik dan ingin menjadi pewarta tapi bukan pewarta firman seperti yang ia cuta-citakan dulu melainkan sebagai Pewarta Berita pada surat kabar
Seiring waktu, setelah menamatkan SMA, pria kelahiran Kupang ini sempat merantau ke Jakarta sebelum akhirnya memutuskan pulang ke Kupang untuk melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi.
Ia lalu menamatkan Sarjana Ekonomi di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang tahun 2004.
Bukan menjadi seorang Pastor atau bekerja di kantor Keuangan seperti disiplin ilmu kesarjaan yang yang diraihnya, ia malah memilih dan kembali bekerja sebagai serang wartawan di sebuah tabloid mingguan bernama Madika.
Tidak bertahan lama menjadi wartawan tabloid mingguan, ia kembali mendirikan media Online yang ia beri nama MetronewsNTT.com.
Wartawan sebagai panggilan hidup, itulah yang dialami Riflan Hayon. Ia harus mengubur dalam-dalam cita-citanya menjadi seorang Pastor dan memilih dan mencinta dunia Pewarta Berita.
Terkini, Lugas dan Terpercaya, tageline dalam MetronewsNTT.com yang dinahkodainya seakan menjadi sebuah gambaran cita-cita dan harapan hidupnya ke depan. (MN)

