Berita  

Wabup Kupang : Bangun Gereja itu, Lutut dan Hati Perlu Menyatu Demi Sebuah Pergumulan

Sumlili, MN – Melalui gereja ini jadilah berkat bagi banyak orang, dan hiduplah dalam kasih.Jumlah jemaat bukanlah suatu ukuran, melainkan lutut dan hati yang menyatu untuk sebuah pergumulan, dan juga sebagai rasa syukur atas apa yang diterima. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe saat pentahbisan dan peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh Jemaat Oebatu, Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (16/6).

Para pimpinan Uni Indonesia Kawasan Barat yang dipimpin Pendeta Wenas sebaiknya sebelum balik ke tempat pelayanan asal, sempatkan betemu bapak Gubernur Victor Laiskodat. Tentu, dengan bertemu Gubernur, diyakini tiga menit persoalan atau kekurangan di tempat ini tuntas terjawab.

“Siapa tahu jalan di wilayah ini yang status nama jalannya belum ada, langsung ada, apalagi orangtua saksi pernikahan dari pendeta Wenas dan istri adalah orangtua dari sang Gubernur Victor Laiskodat.”ungkapnya dengan nada canda.

 

Sementara, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, melalui Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, DR.Drs.Lery Rupidara, M.Si dalam kesempatan itu menjelaskan, ada empat nasihat Gubernur NTT yang menurutnya relevan dengan acara saat ini dari sisi keagamaan.

Menurut dia, Gubernur NTT saat ini, sedang meresmikan Bursa Efek Indonesia NTT, namun nasehat Gubernur saat itu dirasa perlu untuk disampaikannya di moment ini juga. Pertama, jika ingin hidup baik dalam hal apapun, berpedomanlah pada, Pengetahuan yang cukup tentang diri sendiri dan orang lain. Termasuk pengetahuan dalam beragama. Relevan dalam membangun iman, mental dan spiritual. Kedua, tunjukkan pengikut Kristus yang maju, kedua, Relasi yang luas. Ketiga, spirit yang cukup. Adanya semangat perubahan. Keempat, orang yang mau hidup baik, harus sehat. Pelaku pembangunan harus sehat. Gubernur yakini, dari empat hal tersebut, kehidupan bangsa akan maju, bisa maju menuju sejahtera.

Terpisah, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh NTT, Pendeta A.S.M. Tulalessy dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan berbagai pihak dan donatur dalam mendukung pembangunan gereja ini. Ajaib Tuhan gerakkan hati para donatur, terkhusus ia sampaikan kepada salah satu donatur yang merupakan pioner dari pembangunan gereja ini yaitu pendeta Jonathan Kuantaraf, yang meski kesibukannya mengikuti rapat gereja Advent sedunia di negara Swiss dan Amerika serikat, namun beliau sempatkan hadir ke Kupang Barat untuk menyaksikan secara langsung gereja ini ditahbis dan diresmikan hari ini.

Senada disampaikan Pimpinan Uni Indonesia Kawasan Barat Gereja Advent Hari Ke Tujuh, Pendeta R.Wenas, dengan penuh haru dan sempat meneteskan air mata, ia katakan atasnama jemaat dan keluarga bersyukur atas peresmian gereja ini. Baginya, meski bangunan gereja ini kecil, namun dapat membentuk orang-orang muda yang tangguh. “Bukan hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai center of influence (pusat pengaruh) bagi anak-anak muda dalam berprestasi,”pungkasnya.

Acara ditandai dengan pembukaan selubung papan nama gereja, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Karo Perekonomian dan pembangunan Prov.NTT bersama pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh.

Turut hadir, Kepala Bimas Kristen NTT, Camat, Kepala Desa Sumlili, serta para Pimpinan, Hamba Tuhan dan Jemaat dari Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh. (pkp/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version