Kupang, MN – Kegiatan ini berlangsung di On The Rock Hotel Kupang pada, Jumat, (10/6), Dihadiri para pimpinan OPD lingkup Kab. Kupang salah satunya Kepala PMD Charles Panie dan Kadis Nakertrans Kristian Koroh, para Kades dari 6 desa di kab. Kupang, para NGO/LSM , Organisasi Penyandang Disabilitas lingkup kab. Kupang dan para Fasilitator.
Program Manager SOLIDER NTT, Berti Soli Dima Malingara dalam sambutannya mewakili Direktur GARAMIN ( Gerakan Advokasi Transformasi Disablitas Untuk Inklusi) NTT menyatakan bahwa kegiatan ini guna meminta dukungan dari semua peserta sosialisasi untuk mendukung program SOLIDER. “Kami sudah lakukan audiensi dengan Gubernur NTT dan Bupati Kupang serta Bupati Rote Ndao dan kami pun mendapat tanggapan positif. Yang kami lakukan adalah upaya yang masih terus dilakukan demi mencapai NTT yang penuh INKLUSI.”ungkapnya.
Berti menjelaskan, program INKLUSI (Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif) ini merupakan kerja sama SIGAB Indonesia (Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel), salah satu organisasi difabel Jakarta yang juga merupakan salah satu mitra program Inklusi . Dirinya berharap, Kepala Desa dan fasilitator dari 6 desa yang telah menjadi pilot project ini bisa menjadi tim kuat demi mendukung SOLIDER. “Selamat datang kepada semua peserta, semoga kita bisa saling berbagi dan mendukung dalam kegiatan ini”, tutup Berti Soli Dima Malingara.
Dilanjutkan perwakilan Bupati Kupang, Kadis Sosial Kab. Kupang Yohanis Masneno, S.Pd saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini dilakukan demi membangun SDM kaitannya dengan pembangunan di kab. Kupang. Secara khusus untuk mensosialisasikan program SOLIDER yang berkaitan dengan pembangunan yang INKLUSI, dimana penyandang disabilitas sudah memiliki hak yang sama dan harus turut serta dalam pembangunan di NTT khususnya di kab. Kupang.
Yohanis juga mengatakan, karena itu GARAMIN yang secara khusus memiliki program bersama Pemkab Kupang untuk pemenuhan kebutuhan difabel, berkaitan dengan askses perlindungan sosial, kesehatan, bantuan hukum dan lainnya. Dirinya menyatakan bahwa pihak Pemprov sudah ada Perda tentang Disabilitas. Kiranya kab. Kupang juga bisa segera membuat Perda tentang Disabilitas demi pemenuhan kebutuhan pembangunan disabilitas baik secara fisik maupun non fisik. “Terimakasih juga kepada pihak LSM yang telah membantu dengan mengambil bagian dalam peran pemerintah”, ujar Yohanis Masneno.
Dirinya berharap, kiranya kehadiran pemda, pemdes, fasilitator serta NGO/LSM saat ini, bisa berperan bersama demi pembangunan di kab. Kupang. Agar tidak hanya duduk dan mengikuti melainkan memberikan dukungan penuh pada kegiatan ini.
Kadis Sosial kab. Kupang ini berharap agar semuanya bisa berperan dalam membangun kabupaten Kupang yang lebih baik. Dalam penjelasannya, beliau mengatakan, penyandang disabilitas di kab. Kupang berkisar 1072 orang dari 22 kecamatan yang sudah selesai dihitung. Tentunya dukungan dan intervensi bagi para disabilitas dilihat dari ragam disabilitas itu sendiri. Karena itu, GARAMIN juga secepatnya akan melakukan kegiatan di 6 desa yang menjadi pilot project agar kiranya 6 desa yang ada ini bisa menjadi contoh bagi desa lainnya di NTT khususnya di kab. Kupang. (pkp/MN)













