Oelamasi, MN – Pemerintah Kabupaten Kupang kembali memberikan tambahan dana penyertaan modal sebesar lebih dari 10 miliyar rupiah ke PT. Bank Pembangunan Daerah NTT. Disaksikan media ini, penyerahan tambahan dana penyertaan modal ini secara sah dilakukan setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerjasama di ruang rapat Bupati Kupang di Oelamasi. Senin, (28/3).
Dihadapan Bupati Kupang, Korinus Masneno, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Hilarius Minggu dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kupang dan jajarannya yang telah mempercayakan Bank NTT sebagai tempat berinvestasi.
Menurut dia, hal Ini merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan baik agar uang yang diserahkan untuk dikelola ini dapat bermanfaat secara khusus bagi masyarakat Kabupaten Kupang.
Penyertaan modal ini jelas dia, sebagaimana dalam perjanjian, berupa dividen.dan dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan karena pandemi Covid 19, dimana banyak pengeluaran yang dikeluarkan dan restrukturisasi kredit yang bunganya harus diterima setiap bulan namun dengan adanya kebijakan pemerintah untuk di pending, otomatis pndapatan bunga kredit non ASN mengalami penundaan pembayaran. Ini juga yang berdampak pada laba menurun.
Disisi lain, untuk meningkatkan modal, selain lewat setoran yang diberikan Pemkab Kupang sebesar Rp. 10.848.630.000, ada juga berupa aset.
Sementara itu, Bupati Kupang Korinus Masneno dalam kesempatan itu menjelaskan, Pemkab Kupang merupakan salah satu pemilik saham terbesar di Bank NTT. Sebagai bagian utuh dari agen Pemda, kegiatan ini menjadi sebuah pertanda bahwa semua yang kita lakukan hanya untuk kemajuan NTT, kemajuan Kab. Kupang dan tentunya bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, hal ini merupakan konsepsi dasar Pemkab Kupang dalam menetapkan kebijakan investasi daerah. Selain sebagai bentuk kepatuhan atas kebijakan yang ada, penyertaan modal juga berfungsi sebagai bagian dari kebijakan ekonomi yang harus diambil untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan penerimaan daerah yang sah.
Diakui Masneno, setelah memperhatikan struktur penerimaan PAD kab. Kupang, yang terbesar adalah pos penerimaan dividen dari Bank NTT, melebihi pos penerimaan PAD yang ada di kab. Kupang. “Saat ini, kita berada pada kondisi sosial ekonomi global dan nasional yang begitu dinamis. Perubahan pendekatan untuk memperkuat posisi kita sebagai sebuah entitas keuangan negara mesti terjadi. Itulah yang saat ini dilakukan oleh Pemkab Kupang. Berbagai sumber penerimaan daerah potensial menjadi hal tak terelakkan yang mau tidak mau harus kita optimalkan dan investasi menjadi salah satu pilihan kebijakan”, ujarnya.
Orang nomor satu di Kab. Kupang ini juga menjelaskan tentang penyertaan modal dan tambahan penyertaan modal dibank NTT sampai tahun ini adalah implementasi dari kebijakan investasi daerah, dimana kita akan memperoleh keuntungan berupa dividen/laba bagi hasil dan pertumbuhan nilai perusahaan, peningkatan jasa dan keuntungan bagi hasil serta peningkatan penerimaan daerah. Semua keuntungan yang diperoleh, nantinya akan dimanfaatkan seutuhnya untuk aktivitas pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kab. Kupang.
Besar harapan Masneno kepada pihak Bank NTT melalui kinerja seluruh jajaran direksinya yang berkompeten, tujuan investasi bisa tercapai secara optimal, namun Pemkab Kupang juga akan terus memberi dukungan kepada semua bisnis Plan yang ditetapkan. Dan akan terus mendukung semua rencana operasional yang akan dilakukan di wilayah Kab. Kupang. “Ingatlah kami sebagai pemegang saham terbesar dalam rangka pembagian CSR. Semoga ini menjadi perhatian bagi kita semua. Terus dukung kami untuk mendekatkan layanan perbankan di wilayah kecamatan yang memiliki keterbatasan akses menuju pusat ibukota serta untuk meningkatkan berbagai jenis layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. ”
Akhir kata, Bupati Korinus mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Direksi Bank NTT yang telah meringankan beban Pemkab Kupang melalui bantuan kemanusiaannya saat terjadi bencana siklon seroja tahun lalu dan bantuan lainnya yang telah dinikmati oleh masyarakat kab. Kupang.
Acara ini diawali dengan penandatanganan berita acara penyerahan penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke BPD NTT dan penyerahan hasil RUPS BPD NTT kepada Pemda kab. Kupang dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Turut mendampingi, Direktur Kepatuhan Bank NTT Kris Adoe, Direktur Dana Yohanis Landu Praing, Pimpinan Kanca Oelamasi Maria Samalelo beserta jajarannya, Sekda Kab. Kupang Obet Laha, Para Asisten Sekda Kab. Kupang, pimpinan OPD terkait salah satunya Kabag Adm. Pembangunan Paul Liu serta awak media. (MN)













