Borong, MN – Rosalia Lindang warga desa Rana Gapang Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengatakan Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Matim tidak serius menyelesaikan permasalahannya terkait kejelasan statusnya sebagai penerima PKH, yang hingga saat ini tidak pernah menikmati bantuan dari program tersebut.
Kepada media ini, Kamis (15/4) Rosalia mengakui meski namanya tercatat sebagai penerima bantuan Sosial Kementerian Sosial tersebut namun dirinya tidak memiliki Rekening Bank seperti Penerima lainnya.
“Nama saya tercatat sebagai penerima bantuan PKH sejak tahun 2016, tapi anehnya saya tidak menikmati bantuan itu, saya tidak memiliki Rekening Bank seperti Penerima program PKH lainya”, ujarnya dengan nada pasrah
Ia mengatakan meski dirinya sudah berulang kali mendatangi Tim PKH dinas sosial Matim untuk menanyakan prihal kejelasan statusnya sebagai penerima program tersebut namum hingga saat ini belum ada kejelasannya.
Antonius Hatu Suami Rosalia kepada media ini mengakui Ia bersama Rosalia sering mendatangi Tim PKH Dinas Sosial Manggarai Timur untuk menanyakan status Rosalia yang tidak mendapatkan bantuan PKH meski namanya tercatat dalam program itu, namun pihak Dinas Sosial Manggarai Timur menjawab agar Rosalia bersabar dan menunggu keputusan Kementerian Sosial.
“Pertama kali saya ke Dinsos yaitu tanggal 02 bulan 06 tahun 2020 namun jawaban dari Pa Melki (Salah Seorang Pegawai Dinsos Matim) mereka akan surati Kemensos, lalu tanggal 17 bulan 02 tahun 2021 jawaban dari KorKab yaitu Pak Efrem Kami sudah surati Kemensos dan Kita tunggu saja dan tanggal 18 bulan 02 tahun 2021 saya ke Dinsos ketemu pa Melki namun jawabannya tetap sama”, ujar Antonius
“Kami mencurigai bahwa ada permainan didalam data ini, kok yang lain ada nama didata PKH tapi terima Buku rekening berserta ATM sementara Istri saya namanya sejak tahun 2016 hingga kini tidak menerima Buku rekening”, imbuhnya
Hingga berita ini ditayangkan media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Dinsos Matim terkait kejelasan status Rosalia Lindang yang namanya tercatat sebagai penerima program PKH sejak tahun 2016 namun tidak menikmati bantuan tersebut.
(*/epozth/mn)
