Borong, MN-Risalianus Aja, bocah berusia 12 yang sedang duduk di kelas 6 SDI Sopang Rajong, di daerah pedalaman Kabupaten Manggarai timur, Kampung Kota Tunda, Desa Nanga Meje, Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, begitu setia merawat ayah dan ibunya yang mengalami sakit.
Saat dikunjungi Media ini di kediamannya,Sabtu (27/ 2), Risal merasa bahagia dan sangat senang mendapat kunjungan pihak yang perduli dan menaruh hati dengan nasibnya.
“Terimakasih Om, atas kesediaannya untuk mengunjungi saya dan keluarga, yang jauh dari pusat kota,” ungkap Bocah itu dengan mata berkaca kaca.
Pada kesempatan itu, Risal menceritakan bagaimana dirinya menjalankan peran ganda yang harus ia lakoni untuk menghidupkan kedua orang tuanya. Dia yang menjadi anak sulung itu mengatakan terkadang ia habiskan waktunya untuk bekerja mencari uang menafkahi keluarganya.
“Saya mencari kemiri di kebun untuk dijual kepada pembeli kemiri. Itu untuk keperluan kami dirumah, terkadang keluarga dari mama menyumbang kami beras dan kebutuhan yang lain,” tutur Risal penuh ibah.
Orang tua Risal mengalami lumpuh total, bahkan ibundanya Wilhelmina Mbi (39) mengalami lumpuh dan Buta semenjak melahirkan adik bungsu Risal yang kini berusia 6 tahun atau sejak tahun 2016.
Hingga kini, Wilhelmina, ibunda Risal tidak bisa berbicara dan hanya bisa menjalani hidupnya penuh harapan bantuan dari pihak lain.
Kepada media ini, dalam misi kemanusiaan Bripka Aleksius seong, S.I.Kom, Risal dengan mencucurkan air matanya mencurahkan isi hatinya, betapa ia ingin ibu dan bapaknya sembuh dari sakit.
“Om Bantu ibu dan Bapak saya, saya masih kecil dan belum bisa berbuat apa apa, tolong keluarga saya,” tutur Risal.
Didalam ruangan kamar berukuran 1,5 x 2 meter, Benediktus Poseng (49) ayahanda Rikasldrus tinggal dalam keadaan tak berdaya. Ia mengalami lumpuh sejak 2019 lalu.
Kini keduanya hanya bisa terbaring di rumah mereka tanpa bisa melakukan apapun.
“Pulang sekolah dan hari-hari libur, setelah dia urus makan untuk kami, dia ke sawah atau ke kebun. Hasilnya itu supaya kami bisa makan dan beli kebutuhan sehari-hari,” ujar Benediktus saat ditemui awak media di kediamannya, Sabtu (27/2)
Kepada awak media Benediktus Poseng, mengatakan bahwa dirinya sangat ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya. Ia juga berharap agar ada pihak lain yang bisa membantunya dalam proses perawatan.
Agustinus Tangi, suami dari saudari Ibunda Risal mengatakan bahwa keluarga Risal merupakan keluarga yang patut mendapatkan sentuhan belaskasihan dari pihak pemerintah dan juga masyarakat. Sebagai keluarga, Tangi mengatakan bahwa untuk membantu keluarga Risal, kerapkali dirinya membantu berupa beras dan bantuan lain disaat punya uang yang cukup.
Terkait kehadiran anggota polres Aleksius Seong, Tangi sangat merasa berterimakasih dan bangga melihat uluran tangan pihak lain.
“Terimakasih Pak Polisi, sudah datang menjenguk dan membantu keluarga Kami disini. Semoga besok besok ada pihak lain yang bisa menari perhatiannya atas keluarga Risal,” tutup Tangi.
Adapun keluarga Risalianus mendapatkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Risalianus dan kedua orangtuanya tinggal di rumah sederhana berukuran 4×5 meter persegi.Rumah mereka masih berlantai tanah. Dapurnya sudah sangat reyot dan becek jika hujan turun.
Sedangkan Marselina Jaja (6), adik Risal tinggal bersama pamannya di Kampung Pepil, puluhan kilometer dari kampung Kota Tunda desa Nanga Meje Elar Selatan.
Terpantau media ini, Ayah Risalianus terbaring di kamar berukuran sekitar 1,5×2 meter persegi, tanpa tempat tidur dan kasur. Ia terbaring di atas pelupuh bambu dan hanya beralaskan karung berisi kapuk. Sedangkan ibunya terbaring di ruang tamu, beralaskan beberapa lembar papan.
(*/tim/epozth/mn)



