Manusak, MN – Pemerintah Desa Manusak kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat. Penyaluran BLT ini berlangsung di Aula Desa Manusak. Rabu (14/5/2025) pagi. Pembagian BLT ini merupakan periode ke-2 di tahun 2025 yakni bulan April dan Mei.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 02 Camplong, Kapolsek Kupang Timur, Ketua BPD Desa Manusak, Pendamping lokal desa dan RT/RW.
Kepala Desa Manusak Arthur Ximenes, S.H., usai pembagian BLT, kepada awak media membenarkan, pembagian BLT periode kedua bulan April -Mei kepada sebanyak 50 warga penerima manfaat di Desa Manusak ini dengan kategori penerima yang bervariasi.
“kita hari ini membagi BLT untuk bulan April dan Mei, bagi 50 penerima. Nah, di situ itu ada bervariasi, mereka tidak tidak hanya lansia, tetapi orang yang kehilangan pekerjaan, ada yang karena sakit, ada yang karena memang yatim piatu, ada yang karena memang dia istilahnya single parent, dan sebagainya, jadi, kita bagi tiap orang itu Rp.600.000”. Ungkapnya.
Pihaknya, bersama TNI/ Polri berharap bantuan langsung tunai yang diberikan negara kepada masyarakat dapat dipergunakan untuk kebutuhan yang bersifat prioritas atau untuk kebutuhan sembilan bahan pokok. Sekalipun dalam masa panen namun penggunaan keuangan harus pada kebutuhan-kebutuhan yang bersifat prioritas dan bermanfaat.
Kepada masyarakat yang belum mendapatkan bagian harap dia, tetap bersabar dan menunggu giliran, sebab pemerintah Desa Manusak tetap berkomitmen untuk memperhatikan semua masyarakat yang ada di Desa Manusak.
Sementara itu, Danramil 02 Camplong, Kapten Inf. Lalu Yuli Ibnu Fajar, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berharap BLT yang diberikan dapat digunakan untuk kebutuhan hidup yang bermanfaat.
“Yang diharapkan oleh kami sebagai Danramil di wilayah Camplong adalah dipergunakan bantuan BLT itu sebaik-baiknya untuk kebutuhan hidup dan yang lainnya, intinya yang bermanfaat”. Ungkapnya.
Bantuan yang diberikan oleh negara kepada masyarakat merupakan bentuk penyemangat dan masyarakat sebagai penerima tetap bekerja keras untuk memajukan kesejahteraan keluarga atau desa dan selanjutnya pada lingkup yang lebih besar yakni negara.
“Makmur itu awalnya dari keluarga kita dulu, jadi dalam hal ini. Kita sebagai warga diminta untuk berpacu dengan kerja keras, kerja keras untuk tujuan yang dimaksud. Tidak selalu mengharapkan bantuan BLT saja namun kita sebagai warga wajib memajukan keluarga kita sendiri dulu atau desa selanjutnya baru ke lingkup yang lebih besar negara”. Tutupnya. (sam/MN)













