Kupang, MN – Sesuai data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) Prevalensi Stunting di Provinsi NTT tahun 2023 sebesar 37,9%, yang tertinggi adalah Kabupaten TTS (50,1%) dan terendah Kabupaten Ngada (21,3%) dan Kota Kupang berapa di urutan ke 5 terendah dengan 29,9% atau lebih tinggi satu angka dari target 28,5% tahun 2024. Sementara, prevalensi Stunting Kota Kupang per Agustus 2024 berdasarkan ePPGBM berada di angka 18,4% dengan jumlah anak stunting sebanyak 4086 atau jauh lebih rendah dari target 28,5% tahun ini.
Berikut capaian prevalensi stunting Kota Kupang per Agustus 2024 berdasarkan ePPGBM. Kota Kupang prevalensinya 18,4% atau 4086 anak stunting. Kecamatan Kelapa Lima 24,9% atau 942 anak stunting, Maulafa 19,8% atau 1086 anak stunting, Kota Raja 19,5% atau 381 anak stunting, Oebobo 18,3% atau 773 anak stunting, Alak 14,9% atau 791 anak stunting dan Kota Lama 7,7% atau 113 anak stunting. Sesuai data ePPGBM ini, Prevalensi Stunting di Kota Kupang per Agustus 2024 sebesar 18,4%, yang tertinggi adalah Kecamatan Kelapa Lima dengan 24,9% dan terendah Kecamatan Kota Lama dengan 7,7% atau 113 anak stunting.
Sementara, tren capaian stunting Kota Kupang menurut ePPGBM tahun 2021 prevalensi stunting Kota Kupang berada di angka 26,1%, tahun 2022 pada 21,5%, tahun 2023 pada 17,2% dan Agustus 2024 pada 18,4% atau satu angka lebih tinggi dari prevalensi tahun 2023 lalu yang hanya 17,2%.
Sesuai data Dinas Kesehatan Kota Kupang tahun 2024, jumlah sasaran Balita sebanyak 23. 092 Balita yang menyebar merata di 12 Puskesmas di antaranya Puskesmas Naioni sebanyak 1.291 Balita, Alak 1.625, Penkase Oeleta 1.609, Manutapen 978, Sikumana 3995, Penfui 1.734 Bakunase 2 033, Oebobo 2.589, Oepoi 1.869, Kota Kupang 454, Pasir Panjang 1.021 dan Oesapa 3.894 Balita.
Program Penanganan Stunting di Kota Kupang Tahun 2023 hingga Agustus 2024 dilakukan melalui dua cara yakni, Intervensi Gizi Spesifik dan Intervensi Sensitif. Intervensi Spesifik (Peran Dinas Kesehatan 30%) di antaranya, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita, Bumil dan KEK, pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri, promosi dan konseling menyusui, promosi dan konseling pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak
Intervensi gizi Sensitif (Peran Dinas Kesehatan 70%) di antaranya, program penyehatan lingkungan, sarana air bersih dan PU, akses pelayanan KB (DP2KB) Jaminan kesehatan dan bantuan bagi keluarga miskin (Dinsos/DP3A), konseling perubahan perilaku bagi orang tua dan anak, penyebarluasan informasi melalui berbagai media (Infokom)
Sesuai anggarannya, penanganan Stunting melalui intervensi spesifik tahun 2024 di antaranya, Pemberian Makanan Tambahan dana DAK 2024 untuk 1220 Balita gizi kurang dan 568 ibu hamil KEK dengan total anggaran sebesar Rp.2,592,720,000, Penyediaan F100 dana DAU 2024 untuk Tatalaksana 350 Balita gizi buruk sebesar Rp.751.920.000, penyediaan nutrisi PDK dana DAU 2024 untuk 2475 anak T (Weight Faltering) sebesar Rp.900,450,000, penyediaan nutrisi PKMK untuk tatalaksana Stunting dana DAU 2023 untuk 3436 anak sebesar Rp.2.446.788.000 dan penyediaan TTD dana DAK 2024 untuk remaja putri dan ibu hamil sebesar Rp.70,000,000.
Sebagai tempat dan bagian dari perpanjangan tangan Puskesmas, Pos Pelayanan Terpadu atau yang disingkat Posyandu menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting. Secara angka, total posyandu aktif di Kota Kupang sebanyak 352 posyandu di antaranya, Naioni 25 posyandu, Alak 23,, Penkase Oeleta 21, Manutapen 19, Sikumana 58, Penfui 23, Bakunase 38, Oepoi 36, Oebobo 26, Kupang kota 18, Pasir Panjang 19, Oesapa 46. (MN)













