Bupati Agas Hadiri Kegiatan FGD Kajian Terpadu Kawasan Bentang Alam Karst

Mikannews

Borong, MN – Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas hadiri kegiatan Focus Group Discussion yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Matim di Lehong, Rabu (7/4)

Kegiatan ini membahas hasil kajian terpadu Kawasan bentangan alam karst. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sistem hidrogeologi karst Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi terkait dengan pemanfaatan dan perlindungan bentang alam karst diwilayah tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan pengukuran obyek hidrogeologi dilapangan terhadap mata air, sungai bawah tanah, dan danau terhadap parameter besaran debit, pH, EC, Temperatur, dan ion HCO3.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi: Para Staf Ahli Bupati Manggarai Timur, Para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Pimpinan OPD terkait lingkup pemerintah Provinsi NTT, Pejabat yang mewakili Pimpinan OPD terkait lingkup pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Pejabat yang mewakili Keuskupan Ruteng dalam hal ini Vikep Borong dan Vikep Reo serta Koordinator JIPC SVD, JPIC OFM dan JPIC Projo.

Baca Juga   Dua Oknum "Preman" di Lamba Leda Utara, Matim, Diperiksa Polisi

Dalam sambutannya, Bupati Agas Andreas menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi Kepada Tim kajian Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang sudah bekerja maksimal dalam melakukan penelitian di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

“Pada kesempatan yang amat berharga ini, atas nama pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, saya ucapkan berlimpah terima kasih kepada Kepala Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan yang telah meyediakan anggaran bagi tim peneliti untuk melakukan kajian terpadu KBAK di wilayah Kabupaten Manggarai Timur”, ujar Agas Andreas.

Baca Juga   Terkait Proyek Air Minum, Ini Beberapa Poin Klarifikasi Kades Golo Ndele

Bupati Matim berharap agar melalui Focus Group Disscussion (FGD) ini, kita semua dapat menyamakan persepsi agar dapat menghasilkan penilaian yang obyektif tentang hasil penyelidikan dan kajian kawasan bentang alam karst.

“Melalui FGD ini, diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan delineasi usulan KBAK Kabupaten Manggarai Timur, yang nantinya akan disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, agar ditetapkan sebagai kawasan bentang alam karst yang merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian dari kawasan lindung Nasional”, tutur Agas Andreas.

Baca Juga   Bupati Hery Nabit Pimpin Penertiban Pasar Inpres Ruteng

(*/epozth/tim/)

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media