Borong, MN – Komunitas Anak St. Andreas GoloLada Kelurahan Rana Loba Kecamatan Borong mengadakan beragam kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Kegiatan ini mengusung tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” yang berarti, “Setiap anak adalah istimewa, mari kita lindungi Hak-Haknya”.
Peringatan HAN di masa pandemi Covid-19 ini adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa Indonesia, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Melalui kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Komunitas Anak St. Andreas ini melaksanakan kegiatan secara virtual dengan beraneka kegiatan diantaranya Membaca puisi, nyanyi yang dibawakan oleh anak-anak komunitas, serta pembacaan hasil lomba karya tulis menulis. Dalam kegiatan tersebut anak-anak komunitas St. Andreas begitu antusias walau kegiatannya secara virtual.
Dalam kesempatan itu Pembina anak-anak St. Andreas Chrisnovita Sitanggang kepada media ini Jumat (23/7) mengatakan bahwa Pembina sekaligus Pendiri Komunitas anak St. Andreas Borong, Chrisnovita Sitanggang, saat dikonfirmasi Derana menyampaikan, perayaan HAN yang dilakukan oleh komunitas St. Andreas secara virtual diisi oleh beragam acara dan dihadiri oleh puluhan orang anak komunitas.
“Anak-anak yang ikut secara virtual ada lebih dari 30 orang, mereka mengambil peran dalam mengisi beragam mata acara seperti membaca puisi, bernyanyi termasuk menjadi presenter acara,”kata Chrisnovita, Jum’at malam.
Mantan ketua PMKRI Cabang Bogor itu juga menyampaikan, HAN tahun ini juga diwarnai dengan perlombaan menulis cerpen dan puisi. Lomba ini kata dia, dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan dorongan untuk meningkatkan kreativitas anak dalam hal menulis.
“Dengan Perlombaan ini kita mau membangkitkan kembali kreativitas anak-anak melaui perlombaan menulis. Selama ini sebelum pandemi sebenarnya telah banyak hal yang kita lakukan seperti saat jelang 17 Agustus, Natal dan tahun baru. Tapi selama pandemi semua serba terbatas,”ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang DP2KBP3A Benediktus Fir dalam sambutanya mengatakan bahwa Atas nama Pemerintah Daerah Manggarai Timur berterimakasih kepada komunitas anak St Andreas yang telah mengundang pihaknya dalam kegiatan yang berharga ini.
Komunitas St Andreas Borong merupakan pencetak sejarah dalam dunia literasi, dimana ditengah Pandemi covit 19 tetap semangat dalam membangun kreativitas anak dalam bentuk kegiatan lomba menulis cerpen dan puisi sesuai tingkat kecerdasannya
“Saya memberikan julukan kepada anak anak yang berprestasi dari komunitas ini” Pena Matim untuk Bangsa”, ujarnya
“Kami dari dinas P2KBP3A khusus bidang perlindungan anak berupaya agar kegiatan tidak hanya sampai disini dan hari ini tetapi akan berlanjut terus tiap tahun
Pemenuhan kebutuhan hak anak diatur dalam UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak”, tambahnya
Pemda Matim juga telah menetapkan perda nomor 11 tahun 2019 tentang kabupaten layak anak.
“Terimakasih juga kepada badan pengurus komunitas anak St Andreas yang telah bekerja keras membangun komunitas ini dengan baik sehingga melahirkan generasi muda yang cerdas dan terampil sehingga harapan masa depannya bisa lebih baik.
Akhir selamat hari anak Nasional tahun 2021
Anak terlindungi Indonesia maju
Anak peduli Pandemi Covid”,tutupnya.
(*/dn/epozth/mn)














