Borong, MN – Pengerjaan proyek pembangunan air minum Bersih di Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba Utara Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tidak sesuai teknik pengerjaan dan mubazir.
Tokoh masyarakat Desa Golo Ndele, RT (37) merasa heran lantaran dana untuk proyek pengerjaan air minum bersih tersebut menghabiskan anggaran begitu besar namun airnya tidak di nikmati,
Menurut RT berdasarkan penelusuran
data Sistem Informasi Desa (SID) pengerjaan optimalisasi Wae Mareng Desa Golo Ndele di tahun 2018, menelan anggaran sebesar 935.102.800 (sembilan ratus tiga pulu lima juta serarus dua ribu delepan ratus rupiah). anggaran tersebut bersumber dari (DD) dana desa.
Kemudian dari Sitem Informasi Desa (SID) ditemukan juga bahwa tahun 2019, anggaran kembali di gelontorkan untuk menjalankan proyek air minum bersih meliputi item pemeliharaan sambungan air minum bersih ke rumah tetangga (pipanisasi dll) anggaranya mencapai 1.091.385.816 (satu miliar sembilan puluh satu juta tiga ratus delapan pulu lima ribu delapan ratus enam belas rupiah), bersumber dari dana Desa (DDS).
RT merasa heran karena interfensi anggaran selama dua tahun tersebut ternyata airnya belum juga di nikmati sebagian besar warga desa Golo Ndele.
Dari paket pekerjaan selama dua tahun tersebut, masih ada yang belum tuntas pekerjaanya antara lain, pekerjaan pembenaman pipa, pemasangan meteran di rumah-rumah belum terpasang semuahnya, meteran tidak di fungsikan, banyak pipa yang sudah rusak sehingga di ikat dengan karet ban, bahkan kelang persambungan ke rumah” ada yang manual atau di bikin sendiri.
Lanjut RT pembangunan air minum bersih tersebut sama sekali tidak bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di tambah lagi pengerjaanya yang asal-asal mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Hal senada disampaikan AS warga setempat, awal mula pengerjaan air minum bersih desa golo ndele di kerjakan secara swadaya untuk memikul bahan material (pasir, semen, pipa, dll) sampai titik mata air yang lokasinya sangat terjal dan jauh, dan bagi masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi akan di kenakan denda berupa uang sebesar 50.000
“Kami sudah jalankan perintah Kades, tapi airnya tidak jelas, anehnya lagi yang kami swadayakan tersebut ternyata ada anggaranya karena di tahun 2021 pekerjaan pembenaman pipa di lanjutkan dengan menggunakan tenaga harian lokal yang upahnya kurang lebih 70.000/hari itupun juga pekerjaan pembenaman pipa tersebut belum juga selesai sehingga kerinduan masyarakat desa golo ndele untuk menikmati air minum bersih tidak bisa di nikmati,” ungkapnya, seperti dilansir dari Benuanews.com, Rabu(12/5)
Sementara itu kades Golo Ndele Belum ada tanggapan sama sekali terkait hal tersebut.
Awak media sudah menciba menghubungi namun tidak ada respon sama sekali.
Akan tetapi Kepala Dinas PMD Manggarai Timur saat dimintai keterangannya kepada media ini mengatakan sebenarnya ada tadi hari selasa melakukan panggilan kepada kepala desa untuk klarifikasi namun karena terjadi berbagai kegiatan makanya kami tunda pada hari senin 17/05/2021. Hasil klarifikasi aka kami sesuaikan dengan bukti fisik yang ada dilapangan.
“Soal Golo Ndele sebenarnya hari selasa minta klarifikasinya tetapi karena kami banyak kegiatan yang harus diselesaikan sehingga ditunda ke hari Senin 17 Mei 2021. Hasil klarifikasi dengan kepala akan ditindaklanjuti dengan cek lapangan”, ujarnya
(*/bn/epozth/mn)













