Babau, MN – Bupati Kupang, Yosef Lede, resmi membuka Lomba Pacuan Kuda Piala Bupati Kupang ke-XIII di Lapangan Gelora Lifubatu, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Rabu (14/10/2026) pagi. Ajang ini diharapkan menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus mendorong pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Yosef menegaskan bahwa pacuan kuda tidak boleh hanya dipandang sebagai perlombaan olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata, pelestarian tradisi, serta sumber peningkatan pendapatan masyarakat.
“Jangan hanya melihat ini sebagai lomba pacuan kuda. Ada potensi pariwisata, ada budaya, ada olahraga, dan ada peningkatan ekonomi masyarakat,” tegas Yosef.
Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut karena pacuan kuda memiliki nilai historis dan telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat, khususnya para pecinta serta pemelihara kuda.
Yosef juga mendorong agar penyelenggaraan pacuan kuda ke depan dipadukan dengan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pertunjukan budaya lokal. Dengan begitu, manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha, masyarakat sekitar, dan sektor pariwisata.
Selain pengembangan ekonomi, Bupati menekankan pentingnya sportivitas, profesionalisme, dan transparansi dalam perlombaan. Ia meminta panitia menerapkan aturan secara konsisten dan adil demi menjaga kepercayaan peserta serta meningkatkan kualitas kejuaraan.
Ia turut mengapresiasi keterlibatan anak-anak dalam kegiatan pacuan kuda. Menurutnya, tradisi ini dapat menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, dan sportivitas kepada generasi muda melalui pembinaan yang baik.
Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kabupaten Kupang, Gustaf Oematan, menilai pacuan kuda berpeluang menjadi salah satu daya tarik pariwisata daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Menurut Gustaf, keterlibatan UMKM dan pelaku usaha pendukung perlu diperkuat agar kegiatan ini tidak hanya berpusat pada perlombaan, tetapi juga membuka peluang pemasaran produk lokal.
Ia menambahkan, kejuaraan pacuan kuda juga dapat mendorong pemelihara kuda meningkatkan kualitas perawatan dan pembinaan. Kuda yang memiliki prestasi berpotensi mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.
Pacuan Kuda Piala Bupati Kupang ke-XIII tahun ini diikuti ratusan kuda yang terbagi dalam beberapa kelas perlombaan. Peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Kupang, Rote, dan Timor-Leste.
Partisipasi lintas daerah tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga pacuan kuda sekaligus membuka peluang mempererat interaksi antardaerah.
Melalui kejuaraan ini, Pemerintah Kabupaten Kupang bersama PORDASI dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi pacuan kuda sekaligus mengoptimalkan manfaatnya bagi pariwisata dan ekonomi lokal. (pkp/MN)















