Oelamasi, MN – Bupati Kupang, Yosef Lede, mendorong kelompok perempuan mengembangkan inovasi pengolahan pisang menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Hal ini disampaikan Yosef saat membuka Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Produk Olahannya bagi Sekolah/Kelompok Perempuan Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026, Kamis (8/10/2026), di Gereja Ebenhaezer Tarus Barat, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah.
Dalam sambutannya, Yosef mengapresiasi kolaborasi pemerintah, gereja, masyarakat, dan kelompok perempuan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga.
Ia menegaskan, pelatihan harus menghasilkan keterampilan dan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, bukan sekadar memberikan pengetahuan dasar.
“Yang kita harapkan adalah ada sesuatu yang baru yang dipelajari, ada inovasi dan kreasi baru yang bisa dibawa pulang dan dilaksanakan,” tegasnya.
Menurut Yosef, pisang merupakan potensi pangan lokal yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Pemanfaatan potensi tersebut diharapkan membuka peluang usaha serta meningkatkan pendapatan perempuan dan keluarga.
Ia juga berharap pelatihan serupa dilaksanakan lebih intensif agar peserta memiliki waktu cukup untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Sementara itu, fasilitator Sekolah Perempuan Kabupaten Kupang yang mewakili 877 anggota menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Ia berharap pemberdayaan perempuan terus diperkuat melalui pelatihan keterampilan, pengembangan ekonomi kreatif, serta perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, para camat, serta lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kupang Tengah. (pkp/MN)















