Kado Istimewa HUT RI ke-81: Desa Manusak Kini Punya Sekolah Nasional Terintegrasi

Mikannews

Kupang, MN – Di usia yang ke-20 tahun, Desa Manusak di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, mendapat hadiah paling istimewa di peringatan HUT RI ke-81 yakni Sekolah Nasional Terintegrasi 10 Kupang

 

Bukan kebetulan. Ini buah dari kerja keras selama 20 tahun membangun desa. Berapa tidak, dulu, Manusak hanyalah bagian dari Desa Pukdale. Pada tahun 2006, desa ini resmi mekar dan berdiri sendiri. Namanya diambil dari sosok panutan warga, almarhum Cakeryasar Manusimunawa atau Jetaimunawa — pelopor yang menanamkan semangat gotong royong dan kemajuan.

 

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Arthur Ximenes, Manusak terus tumbuh. Buktinya? Selama 3 tahun berturut-turut, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri dan Kemendesa menganugerahkan status *Desa Mandiri* kepada Manusak. Label itu bukan sekadar nama. Ada bukti nyata di baliknya. Dan bukti terbesarnya datang di HUT RI ke-81 ini. Sekolah Nasional Terintegrasi 10 Kupang

 

Melalui Inpres No. 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan, pemerintah pusat memilih Desa Manusak sebagai salah satu lokasi strategis pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

 

“Ini kado luar biasa. Desa yang baru 20 tahun ini dipercaya menjadi rumah bagi sekolah bertaraf nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw.

 

Tentu yang menjadi lebih istimewa karena penerimaan siswanya melalui proses yang sangat ketat hingga hanya mendapatkan sebanyak 80 siswa terbaik hasil seleksi SPMB yang berlangsung pada 10-14 Agustus 2026.

 

Sebanyak 80 orang murid berhasil terpilih dalam seleksi tersebut, masing-masing untuk SMP berjumlah 40 siswa dan SMA 40 siswa dan terbagi dalam 2 rombongan belajar (rombel) dimana tiap rombel menampung 20 orang murid.

 

Tenaga pendidiknya pun sudah melalui seleksi yang ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Jakarta, dimana Sekolah Nasional Terintegrasi 10 Kupang mendapatkan 10 guru plus seorang kepala sekolah.

 

Belajar tanpa jeda begitulah faktanya, betapa tidak, sambil menunggu gedung selesai dikerjakan, para muridnya sudah bisa belajar di gedung Sentra Efata Naibonat sebagai sekolah transit hasil koordinasi Bupati Kupang, Yosef Lede bersama pihak Sentra Efata Naibonat beberapa waktu sebelumnya, agar proses belajar dimulai tahun in sambil menunggu gedung baru dibangun dan sesuai rencana peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dan ditargetkan rampung tahun depan.

 

Sekolah Nasional Terintegrasi bukan hanya soal bangunan. Ini tentang pemerataan akses pendidikan berkualitas sampai ke desa. Ini tentang anak-anak Manusak dan sekitarnya yang kini punya kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota besar.

Bagi warga Manusak, ini adalah kebanggaan. Dari desa pemekaran, menjadi desa mandiri, kini menjadi desa pendidikan.

 

Seperti kata pepatah: kalau ingin memajukan bangsa, mulailah dari desa. Dan Desa Manusak sudah membuktikannya. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. “Maju Terus Desa Manusak!” (sam/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media