Kupang, MN – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (31/5/2026) Pagi.
Peringatan HLUN Tahun 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh di Nusa Tenggara Timur” dan dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XII, N. M. Dipo Nusantara Pua Upa, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Unsur Forkopimda Prov NTT dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan dukungan terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi pembangunan sosial yang lebih tepat sasaran. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah terus mendorong program prioritas Presiden untuk membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya menghadirkan data yang akurat sebagai dasar pelaksanaan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Presiden meminta kita semua untuk jujur mengakui kondisi data yang ada, kemudian bersama-sama memperbaikinya. Dengan data yang akurat, bantuan sosial akan tepat sasaran dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara terukur,” ujar Saifullah Yusuf.
Mensos mengungkapkan bahwa selama ini masih ditemukan sejumlah bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran. Karena itu, pemerintah melakukan reformasi data melalui DTSEN yang dikelola oleh BPS dengan dukungan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta masyarakat.
Menurut Mensos, terdapat tiga agenda utama yang harus dijalankan secara terpadu, yakni data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat. Ketiga program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kita hadirkan data yang akurat. Dengan data yang akurat, sasaran bantuan menjadi tepat. Dan bagi keluarga yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Sosial dan BPS RI dalam proses pemutakhiran data sosial ekonomi di NTT.
“Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi instrumen penting untuk memastikan bantuan dan program sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh kabupaten dan kota terus melakukan pembaruan data agar semakin akurat dan tepat sasaran,” kata Melki Laka Lena.
Dalam kunjungannya, Mensos juga berdialog langsung dengan para siswa Sekolah Rakyat yang telah menjalani proses pendidikan selama hampir satu tahun. Di hadapan para tamu undangan, para siswa menampilkan kemampuan mereka dalam menari, bernyanyi, serta berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Mensos mengaku bangga melihat perkembangan para siswa yang kini tampil lebih percaya diri dan optimistis menatap masa depan.
“Saya melihat perubahan yang luar biasa. Ketika pertama kali masuk, banyak anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari masalah kesehatan, gizi, hingga kurang percaya diri. Hari ini mereka mampu tampil dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Mensos.
Pada kesempatan tersebut, Mensos juga mengundang Kepala Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang beserta para guru ke atas panggung sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendampingi para siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang menjelaskan bahwa sekolah tersebut mulai menerima peserta didik pada Juni 2025 dan menjadi salah satu pelaksana awal Program Sekolah Rakyat di Indonesia. Sebanyak 100 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di berbagai wilayah Kabupaten Kupang mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan dan pembinaan secara berasrama.
Mensos turut menampilkan profil salah satu siswa sebagai gambaran kondisi keluarga penerima manfaat program. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak ini harus tetap bangga terhadap orang tua mereka. Negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama agar mereka bisa meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus yang membanggakan,” katanya..
Selain menghadiri peringatan HLUN, Menteri Sosial juga meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang yang berlokasi di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Fasilitas pendidikan berasrama tersebut diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang berkualitas sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Saat ini pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang telah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan mulai digunakan untuk proses pembelajaran pada pertengahan tahun 2026. Sekolah tersebut nantinya akan mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Bupati Kupang, Yosef Lede, pada kesempatan tersebut menyatakan dukungan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang.
Bupati Kupang mengatakan, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden merupakan program strategis yang akan memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi atas berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat di Kabupaten Kupang.
“Keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi jawaban atas persoalan yang selama ini ada di daerah. Anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi akan mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk mengenyam pendidikan dan meraih masa depan yang lebih cerah,” Ungkapnya. (pkp/MN)













