Berita  

Siaga Hadapi Ancaman Hiidrometeorologis, FPRB dan CIS Timor Didukung Program Siap Siaga Helat Rakor di Kupang Timur

Mikannews

Babau, MN – Untuk menggali informasi terkait awal musim hujan dan intensitas curah  hujan 130 kedepan dan juga sebagai upaya  antisipatif terhadap ancaman bencana Hidrometeorologis seperti banjir bandang, angin kencang dan longsor, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) bersama CIS Timor menghelat Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana untuk Menghadapi Musim Penghujan bagi Desa Binaan di Kecamatan Kupang Timur. Kegiatan yang menghadirkan pembicara dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTT dan diikuti 45 peserta dari 2 desa binaan CIS Timor  yakni Desa Oefafi dan Nunkurus itu berlangsung di Aula Kantor Camat Kupang Timur di Babau. Jumat (5/12/2025) siang

 

Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Plt. Camat Kupang Timur, Yosafat Dukubani usai membuka kegiatan tersebut kepada media ini membenarkan, kegiatan yang dihelat Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang (FPRB), Cis Timor dan dua desa binaan siaga bencana yakni Oefafi dan Nunkurus ini merupakan rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana untuk menghadapi musim penghujan.

 

Rapat koordinasi ini ungkap dia, juga sebagai peringatan dini akan datangnya ancaman bencana akibat curah hujan cukup tinggi sehingga masyarakat lebih siap. BMKG NTT juga dihadirkan dalam kegiatan ini, sebagai sumber informasi yang valid untuk kedua desa binaan yakni Desa Oefafi dan Nunkurus.

 

Pastinya kegiatan ini sangat bermanfaat karena mengingat hujan tahun 2025 ini datangnya lebih awal daripada yang kita perkirakan makanya Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang yang diketuai Elfrits Saneh merasa perlu menggandeng instansi-instansi terkait seperti BMKG Provinsi NTT dan  Cis Timor untuk melaksanakan rapat koordinasi supaya kita lebih siap dalam memasuki musim penghujan.

Baca Juga   Naas, Avanza Asal Tiles Terguling di Jalan Timor Raya. Dua Korban Tidak Sadarkan Diri

 

Harap dia, dengan adanya rapat koordinasi di awal musim penghujan, sebagai pemerintah, masyarakat dan  Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa dan Kecamatan lebih siap menghadapi.ancaman atau musim hujan yang lebih cepat datang  daripada yang kita perkirakan.

 

Sementara, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang, Elfrits Saneh kepada media ini menjelaskan, rapat koordinasi yang dihelat pihaknya tersebut mempunyai tiga tujuan utama di antaranya,

1. Untuk mendapatkan informasi dari Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTT terkait prediksi awal musim hujan dan curah hujan di Kabupaten Kupang untuk 130 hari ke depan secara khusus di 2 desa di Kecamatan Kupang Timur.

2. Kegiatan ini melibatkan desa-desa sekitar yang ada di Kecamatan Kupang Timur dan juga pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Kupang Timur untuk mengurus bencana karena sistem peringatan dini ini tidak bisa kita kerja sendiri-sendiri. Kupang Timur sebagai suatu kawasan penting dan  utama di Kabupaten Kupang harus lebih maju dalam kerja-kerja penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dalam hal ini bagaimana 8 desa, 5 kelurahan di Kupang Timur itu menjadi siap dan tanggap menghadapi bencana khususnya Hidrometeorologi.

Baca Juga   Ikatan Keluarga Amfoang Bertemu Wali Kota Kupang

3. Sebagai cara agar FPRB dan CIS Timor bisa mendapatkan masukan dari 45 peserta yang hadir, untuk bagaimana menghadapi musim hujan, membuat sistem peringatan dini atau mengaktifkan sistem peringatan dini yang ada. Intinya, ini sebagai upaya mengkoneksikan masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecematan dengan BMKG sehingga informasi dari BMKG itu dapat langsung kepada masyarakat.

 

Selain itu, rakor ini menjadi penting karena pada Selasa pekan depan pihaknya akan melaksanakan rakor tingkat kabupaten sekaligus dilakukan gelar personil untuk semua komponen stakeholder yang ada di antaranya, tagana, tim BPBD dan relawan di tiga desa siaga menghadapi ancaman Hidrometeorologis yakni,  banjir, angin kencang, longsor, dan banjir bandang.

 

Terpisah, Kepala Desa Nunkurus Ardi Setnale dalam kesempatan itu mengungkapkan, sebagai desa binaan pihaknya merasa sangat perlu mengikuti kegiatan ini sebagai langkah dan upaya mempersiapkan diri menghadapi ancaman bencana di Desa Nunkurus

 

Diakuinya, ada potensi bencana di Desa Nunkurus pada saat musim hujan biasanya ada banjir dan kekeringan.di musim tanam 2, sementara di musim tanam 1 terkadang terjadi banjir yang merusak lahan persawahan petani.

Baca Juga   Usai Serah Terima Bupati dan Wakil Bupati Kupang Langsung Kerja 

 

Untuk hadapi ancaman banjir Desa Nunkurus ungkap dia, sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk pengamanan daerah pemukiman dan persawahan pemerintah Desa Nunkurus yang dipimpinnya sudah membangun tanggul penahan banjir tetapi yang pasti upaya ini tidak kemudian menjamin 100%, tetapi tergantung seberapa besar bencana yang dihadapi. Semoga curah hujan tahun ini dapat berjalan baik, agar hasil pertanian meningkat dan Desa Nunkurus terhindar dari ancaman bencana

 

Senada diungkapkan Kepala Desa Oefafi, Lorentius Jabi, menurut dia, sebagai desa binaan pihaknya sudah membuat sejumlah langkah dan upaya menghadapi ancaman bencana yang seringkali terjadi baik saat musim hujan ataupun musim kemarau. Pihaknya juga sudah membangun sumur resapan atau lubang tanam air dan pembersihan irigasi untuk melancarkan luapan air. (Sam/MN)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media