Kaniti, MN – Setelah mendapatkan bantuan sejumlah unit laptop, tas dan sepatu dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada bulan Mei lalu, bagai ketiban durian runtuh, SD Inpres Kaniti kembali mendapatkan bantuan anggaran revitalisasi gedung sekolah dari kas APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 sebesar lebih dari 1,9 miliar rupiah.
Bantuan anggaran revitalisasi satuan pendidikan, untuk SD Inpres Kaniti ini digunakan untuk merehabilitasi 13 ruang kelas dan bangun 4 gedung baru. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw usai melakukan peletakan batu pertama pekerjaan revitalisasi gedung sekolah SD Inpres Kaniti, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah. Kamis (2/10/2025) pagi
Dijelaskan, sebanyak 17 ruangan yang direvitalisasi tersebut di antaranya, 13 ruang yang rehab dan 4 bangunan baru termasuk juga sanitasi, toilet dan mes guru
Harapannya, pekerjaan ini bisa dilaksanakan tepat waktu, memenuhi standar mutu dan asas manfaat. Apalagi waktu pelaksanaan revitalisasi gedung sekolah ini sangat terbatas yakni 3 bulan atau 90 hari kalender sejak tanggal 1 Oktober hingga 29 Desember mendatang.
Tentunya, butuh kerja sama yang baik antar semua pihak dalam pelaksanaan pekerjaan, baik pihak sekolah sebagai pelaksana, tukang, pengawas, fasilitator daerah, orang tua murid dan komite.
“Perlu satu hati untuk bekerja sama menyelesaikan tugas tanggung jawab ini ke depan. Kita harapkan bangunan ini bisa menjadi tempat untuk proses belajar-mengajar, lingkungan belajar yang lebih baik, lebih aman, lebih kondusif. Sehingga anak-anak peserta didik dan guru-guru bisa belajar-mengajar dengan baik.”ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka yang telah mengunjungi SD Inpres Kaniti pada bulan Mei lalu. Juga kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan kepada Badan Penjamin Mutu Pendidikan NTT atas kolaborasi kerja yang baik sehingga revitalisasi gedung sekolah ini dapat terlaksana.
Sementara, Kepala Badan Penjamin Mutu Pendidikan NTT, Irfan Karim kepada media ini berharap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ringan di Kabupaten Kupang dapat terselesaikan pembangunannya sehingga proses belajar-mengajar bisa berjalan dengan baik dan nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan.
BPMP NTT terus membantu pemerintah daerah, agar seluruh satuan pendidikan yang belum mendapatkan revitalisasi bisa juga mendapatkannya.
“Kami terus mendorong agar revitalisasi gedung – gedung sekolah yang rusak dan belum tersentuh bisa mendapatkan bantuan di tahun depan.”ungkapnya.
Terpisah, Plt Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu kepada media membenarkan, sebagai sekolah penerima pekerjaan revitalisasi gedung sekaligus sebagai panitia pelaksana pekerjaan pihaknya merasa istimewa, apalagi tanpa didampingi supplier manapun.
Selain itu, sebagai pelaksana pekerjaan, pihaknya optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik, tepat waktu dan memenuhi standar kualitas
Untuk diketahui, selama proses rehabilitasi gedung, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan seperti biasa pasalnya para murid di sekolah itu menggunakan ruang kelas SMP Negeri 5 Kupang Tengah.
“Sesuai rapat bersama dengan orang tua murid, anak anak menggunakan ruang kelas SMP negeri 5 Kupang Tengah tetapi sekolah siang. Tidak ada masalah karena kebetulan kepala SMP Negeri 5 ini izinkan kami untuk kami pakai ruang lab nya jadi anak anak kelas 1 dan 2 bisa sekolah pagi, sedangkan kelas 3, 4, 5, 6 tetap belajar siang karena pagi ruangan itu digunakan oleh siswa SMP.”jelasnya. (sam/MN).













