Oelamasi, MN – Dinas Peternakan Kabupaten Kupang akan mengembangkan program inseminasi buatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak sapi di Kabupaten Kupang. Program inseminasi ini dilaksanakan dengan melakukan perkawinan silang antara sapi lokal dengan sapi impor yang memiliki kualitas genetik unggul (crossbreeding). Demikian diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Pandapotan Sialagan menjawab pertanyaan wartawan media ini di Oelamasi. Selasa (18/2/2025).
Melalui program inseminasi buatan ini, Dinas Peternakan Kabupaten Kupang berkomitmen menghasilkan bibit ternak sapi yang unggul dan berdaya saing di pasar nasional. Dimana sesuai peraturan gubernur Nusa Tenggara Timur No.52 tahun 2023, berat badan sapi yang akan di expor ke luar daerah harus memenuhi berat minimum 275 kg per ekor.
Proses perkawinan silang antara ternak sapi lokal dan ternak sapi impor yang memiliki kualitas genetik unggul akan menghasilkan bibit ternak sapi bermutu. Dengan sapi yang berkualitas ini juga berdampak pada peningkatkan jumlah populasi ternak sapi di kabupaten Kupang.
Diketahui, jumlah sapi betina di Kabupaten Kupang pada tahun 2023 mencapai angka 308-314 ekor. Jumlah ini sangat kurang karena berdasarkan laporan dinas peternakan, pada tahun 2023 kabupaten Kupang mendapat kuota pengiriman sapi sebesar 14.000 ekor namun terget tersebut tidak terpenuhi karena kabupaten hanya mampu mengirimkan 7.000 ekor ternak sapi. hal ini sangat disayangkan oleh pihaknya sehingga, pada tahun 2025 dirinya berkomitmen untuk menghasilkan bibit ternak sapi yang berkualitas dan dapat memenuhi kuota yang diberikan.
“Tahun lalu kan kita ada kuota 14 ribu tapi yang tercapai hanya sekitar 7 ribuan lebih. Karena memang itu tadi kendalanya memang tidak memenuhi syarat, percuma populasi banyak sapi tapi kecil-kecil. Nah itu yang menjadi soal”. Ungkapnya
Program inseminasi buatan ini dapat menunjang pendapatan asli daerah (PAD) sebab jika berhasil maka pemerintah Kabupaten Kupang dapat memanfaatkan rumah potong daging (RPH) untuk menghasilkan daging beku yang berkualitas.
Rumah potong daging yang selama ini tidak dimanfaatkan, dirinya mengaku telah mengusulkan kepada Bupati Kupang periode 2925 – 2030, Yosef Lede untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. Mengenai beberapa sarana prasarana yang rusak pihaknya meminta untuk dilakukan perbaikan dan dapat dimanfaatkan oleh investor atau BUMD-BUMD milik pemerintah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Selain program inseminasi buatan terdapat beberapa program lain yang tidak berjalan akibat efisiensi anggaran yang dilakukan oleh presiden Prabowo dalm rangka mendukung program unggulan makan bergizi gratis (MBG), namun program-program tersebut tidak serta merta tidak akan berjalan namun akan dijalankan jika didanai oleh APBD atau alokasi anggaran lainnya. (MN)













