Berita  

Kisah Banjir Siumate dan Derita Warga Desa Naitae Fatuleu Barat 

Mikannews

Fatuleu, MN – Sepekan sudah, pasca  kejadian bencana banjir bandang yang menyebabkan 1 orang hilang dan menghanyutkan puluhan rumah warga di Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang. Bencana banjir akibat meluapnya air dari kali Siumate itu dipastikan terjadi karena gorong-gorong jembatan Siumate tersumbat bebatuan dan batang – batang pohon yang terbawa air saat bencana banjir itu terjadi pada 31 Januari 2025 lalu.

 

Terekam kamera media ini. Kamis (6/2/2024) siang, luapan dan terjangan banjir bandang sudah tidak nampak terlihat lagi namun puluhan rumah di Desa Naitae dipastikan usak  berat bahkan ada yang lenyap dan hilang terbawa banjir.

Baca Juga   Ini Fakta KPU Gunakan EO Bungkam Kebebasan Pers Kabupaten Kupang 

 

Terpantau juga, lempengan -lempengan aspal dari jalan yang terbawa banjir dan berserakan tak beraturan di halaman rumah-rumah warga desa setempat.

 

Sejumlah tembok rumah warga yang masih utuh nampak memperlihatkan bekas genangan air dari banjir yang menerjang setinggi lebih dari satu meter.

 

Seperti kota mati, begitulah yang terlihat, semua pintu rumah-rumah warga tertutup rapat dan ditinggal pergi penghuninya.  Diduga, warga desa setempat telah mengungsi dan mengamankan diri mereka dari ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

 

 

Plt. Kepala Puskesmas Poto, Kristiana Delince Long membenarkan pihaknya menangani banyak pasien trauma akibat bencana banjir sungai Siumate di Desa Naitae tersebut.

Baca Juga   Pj Bupati Alexon Lumba Apresiasi Pelaksanaan TMMD di Kabupaten Kupang

 

 

Menurut dia, semua korban banjir.yang berobat di posko bencana tidak ada yang menderita masalah kesehatan serius atau patah tulang dan hanya menderita lecet ringan akibat terbentur kayu dan bebatuan saat banjir bandang terjadi pada  31 Januari 2025 lalu.. Selain itu ada juga yang menderita sakit kepala karena stres akibat kehilangan rumah yang terbawa banjir.

 

 

“Banyak pasien trauma berat akibat sering menjadi korban bencana banjir yang terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba seperti sekarang ini. Di Pustu  Desa Naitae  ada sebanyak 21 kunjungan dan  di Pustu Desa Tuakau cuma tada 3 kunjungan dengan berbagai keluhan.”ungkapnya. (sam/MN)

Baca Juga   Bertemu Warga Alak, Jeriko Siap Kembangkan Potensi Anak Muda

 

 

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media