Posyandu “Ujung Tombak” Penanganan Stunting di Pustu Lasiana 

Mikannews

Kupang, MN – Posyandu memiliki peran penting dalam penanganan stunting, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada bayi dan balita. Menurut Definisinya, Posyandu adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu, yang merupakan wadah untuk pemeliharaan kesehatan masyarakat. Posyandu juga merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola oleh, dari, dan bersama masyarakat.

 

Kepala UPT Puskesmas Oesapa, dr. Ovlian Manafe, Rabu (13/11/2024) menjelaskan,  selain 70 orang petugas teknis kesehatan dalam penanganan kesehatan dan. stunting juga dibantu sebanyak 230 kadet dari 46 posyandu yang menyebar merata di 5 kelurahan di Kecamatan Kelapa Lima, termasuk di antaranya sebanyak 18 posyandu di Kelurahan Lasiana yang dikordinir langsung Pustu Lasiana

 

Penanggung Jawab Pustu  Lasiana Fiipina Telnoni, Jumat (15/11/2024)  mengungkapkan, 18 posyandu di wilayah kerja Pustu Lasiana terdiri dari 11 posyandu balita dan 7 posyandu lansia, termasuk salah satunya Posyandu Cendawan 1, yang baru saja pada Rabu 13 November mengadakan pelayanan kesehatan dan pemantauan status gizi kepada 112 anak sebagai sasaran intervensi

Baca Juga   Data Terbaru Masyarakat yang Telah Divaksinasi Tahap I dan II di Matim

 

Beberapa Posyandu termasuk Posyandu Cendawan 1 di Kelurahan Lasiana kini sedang mempersiapkan model Posyandu ILP (Integrasi Layanan Posyandu untuk tahun  2025, dimana dalam operasionalnya  menyatukan layanan posyandu balita, lansia, dan remaja dalam satu hari pelayanan.

 

Kegiatan di Posyandu Cendawan 1 Lasiana  yang diikuti 112 anak sasaran intervensi,  mendapat pelayanan penimbangan berat dan tinggi badan bayi, imunisasi, pemberian makanan tambahan dan pengukuran tekanan darah kepada para lansia.

 

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan Pustu Lasiana yang dipimpinnya dibantu sebanyak 5 orang Kader Posyandu yang mengerjakan tugas administrasi seperti, pendaftaran dan pendampingan konsultasi gizi.

 

Antusias dan kehadiran masyarakat dalam kegiatan posyandu sangat tinggi karena jarak jangkau pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, sebagai sasaran dan penerima manfaat pelayanan kesehatan dan pemenuhan status gizi anak

 

Enti Saebani, Ibu Rumah Tangga (30) warga RT 20/RW 5 Kelurahan Lasiana mengaku senang karena kedua anak,nya  masing-masing Celis Takeltani (4 Bulan) dan Rendy Takeltanu (4 Tahun) secara terjadwal mendapatkan pelayanan kesehatan oleh petugas Posyandu Cendawan 1, menerima imunisasi,, pengukuran berat dan tinggi badan dengan hasil baik.

Baca Juga   Gubernur VBL Kunjungi RS. St. Carolus Borromeus Kupang

 

Senada, Donsius Bulelogo, (50) warga  RT 18 Kelurahan Lasiana mengaku senang karena cucu perempuannya yang bernama Lana (2) bisa mengikuti pelayanan kesehatan, imunisasi, pengukuran berat dan tinggi badan juga mendapatkan makanan tambahan sebagai suplai gizi cucunya

 

Tentunya, salam melaksanakan operasional Posyandu, Pustu Lasiana didukung 5 orang tenaga kesehatan, terdiri dari 3 bidan dan 2  perawat, serta beberapa tenaga tambahan bidang Gizi dan Promosi Kesehatan dari UPT Puskesmas Oesapa Meskipun demikian, masih ada kendala dalam pelaksanaan posyandu, terutama terkait komitmen orang tua untuk mengambil makanan tambahan yang telah disediakan oleh para kader secara rutin setiap hari. jika orang tua berhalangan untuk mengambil, para kader harus  mengantarkan langsung ke rumah.

 

Di Pustu Lasiana, para kader juga rutin mendapatkan pelatihan teknis kesehatan meliputi penimbangan dan pengukuran berat dan tinggi badan bayi/balita, cara mengolah makanan tambahan sesuai prosedur gizi yang baik.

 

Dengan kerja kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, kegiatan Posyandu di Kelurahan Lasiana diharapkan terus memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting

Baca Juga   Mengintip Jejak Kecerdasan Nono Mengharumkan Pendidikan NTT

 

Sesuai data UPT. Puskesmas Oesapa, hingga Agustus 2024, prevalensi stunting di Kecamatan Kelapa Lima turun diangka 925 atau 23% dari 3.905 target intervensi spesifik melalui Pemberitaan Makanan Tambahan (PMT). Sekalipun demikian angka tersebut belum aman sesuai target pemerintah pusat yakni 14% di 2024. Dimana, 925 anak ini berdasarkan hasil pengukuran atau total yang diukur artinya anak-anak yang datang saja  sementara anak-anak sasaran umur 0 – 59 bulan sebanyak 3.905. (MN)

 

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media