Tarus, MN – Program Pandai Berhitung melalui metode pembelajaran, Gampang, Asik dan Menyenangkan (GASING) kerjasama, Pemerintah Kabupaten Kupang, PT. Telkomsel dan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya resmi ditutup Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Eliaser Teuf, pada Sabtu pagi, 27 Juli 2024. Acara penutupan ini berlangsung di SD GMIT Manumuti, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Program yang berlangsung selama 15 hari, mulai dari 11 hingga 27 Juli 2024 dan diikuti puluhan guru matematika se-Kabupaten Kupang ini, mendapat tanggapan positif dari Eliaser Teuf. “Program ini sangat baik karena menggunakan metode GASING, yang gampang, asik, dan menyenangkan,” ujar Teuf.
Dijelaskan, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan para guru selama program ini berlangsung. “Saya melihat bahwa kemampuan rata-rata guru yang awalnya 60%, meningkat cukup signifikan hingga 99%,” tambahnya.
Teuf juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Profesor Yohanes Surya yang menciptakan program pandai berhitung dengan metode GASING. Ia berharap para guru dapat menerapkan ilmu yang didapat selama kegiatan GASING ini di dalam kelas. “Mulai tanggal 1 hingga 15 Agustus, para guru akan melanjutkan program ini di depan siswa-siswi mereka dan melaporkan setiap hari selama 15 hari di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Pihaknya, akan memantau pelaksanaan tindak lanjut melalui grup GASING Kabupaten Kupang. “Kami merencanakan agar semua guru di Kabupaten Kupang bisa tersentuh oleh program ini di masa mendatang,” kata Teuf.
Tidak hanya guru, para orang tua murid juga perlu dilibatkan dalam kegiatan ini “Kami mendorong agar dalam kegiatan diklat, ada perwakilan dari orang tua murid. Meskipun tidak semua karena keterbatasan anggaran, setidaknya ada perwakilan sehingga orang tua bisa memberi perhatian ketika anak-anak belajar di rumah,” ujarnya.
Eliazer juga menekankan pentingnya menjaga karakter siswa di samping kemampuan berhitung. “Rapor mutu Satuan Pendidikan di Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa karakter siswa kita sudah hijau dengan rerata di atas 60%. Kita perlu terus menjaga dan meningkatkan karakter anak-anak kita agar selain memiliki ilmu pengetahuan, mereka juga memiliki karakter yang baik,” tutupnya.
Sementara itu Tionomi Sihite, Ketua Trainer program GASING, Yayasan Teknologi Indonesia Jaya mengungkapkan, Pelatihan metode pembelajaran GASING yang baru pertama kali diadakan di Kabupaten Kupang telah berhasil meningkatkan kemampuan berhitung para guru. Hal ini terlihat dari hasil post-test dan diagnostik test yang menunjukkan peningkatan signifikan.
“Progres pelatihan ini dari awal sampai akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan. Guru-guru yang sebelumnya belum mahir berhitung, sekarang mampu menguasai materi dengan baik. Beberapa peserta bahkan meningkat dari kemampuan awal yang sangat rendah hingga mencapai 100 bintang.”ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama 15 hari ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dengan dukungan dari PT Telkomsel Indonesia dan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang program. “Kehadiran peserta sangat tinggi, mereka terus semangat dari hari ke hari,” tambahnya. Meskipun ada beberapa guru yang harus absen karena tugas lain seperti PPG dan CGP, secara keseluruhan kehadiran peserta tetap tinggi.
Metode GASING, yang merupakan singkatan dari “Gampang, Asik, dan Menyenangkan,” diharapkan dapat dimasukkan ke dalam kurikulum nasional di masa mendatang. “Ada rencana untuk memasukkan metode GASING ke kurikulum nasional, tapi kapan terealisasinya masih belum diketahui,” jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah setempat serta sponsor PT Telkomsel Indonesia atas dukungan mereka. “Kami sangat berterima kasih atas terlaksananya kegiatan GASING dari awal hingga akhir dengan lancar,” ujar perwakilan tim.
Menanggapi perihal metode pembelajaran matematika terbaru ini, salah peserta Gasing Donny Tuauni, mengungkapkan, Metode pembelajaran ini sangat luar biasa, sangat cocok karena berhasil mengubah pandangan negatif terhadap pelajaran matematika yang selama ini dianggap menakutkan.
“Metode Gasing membuat matematika seperti satu tempat hiburan. Metode ini berhasil merubah mindset kita bahwa matematika yang selama ini menyeramkan, ternyata bisa menjadi pelajaran yang asyik dan menyenangkan. Kami jadi lebih bersemangat untuk belajar.”
Namun, waktu pelatihan metode ini masih terlalu singkat untuk melihat hasil yang lebih konkret. “Dari waktu yang singkat ini, pemahaman yang kami dapat sekitar 90%. Tantangannya adalah bagaimana mengolah dan menerapkannya kepada anak-anak,” tambah guru tersebut.
Dalam upaya mendukung pembelajaran, telah disiapkan modul-modul latihan serta pad untuk menulis.Pihaknya berharap agar metode ini dapat dimasukkan ke dalam kurikulum nasional. “Semoga Metode Gasing ini bisa diterapkan secara nasional. Keren metode ini,” pungkasnya. (diksen/MN)













