Manusak, MN – Dalam upaya mendukung pencapaian target kerja Penjabat Bupati Kupang dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sejumlah program prioritas lainnya, Pemerintah Kecamatan Kupang Timur yang dipimpin Plt. Izak S. A Lubalu, untuk kedua kalinya melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan. Rakor tingkat Kecamatan Kupang Timur ini dilangsungkan di Aula Kantor Desa Manusak. Jumat (21/6/2024) pagi
Usai menghelat kegiatan tersebut, Plt. Camat Kupang Timur, Izak S. A Lubalu, kepada Media ini membenarkan, Rakor kedua yang dihelat pihaknya itu untuk membahas berbagai kegiatan yang berlangsung sepanjang tahun 2024, dengan fokus utama pada pengelolaan Dana Desa (ADD) dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PAD itu menjadi target utama kita juga di tingkat kecamatan sehingga tadi sudah disampaikan dan semua pimpinan dalam hal ini kepala desa dan lurah siap untuk melaksanakan tugas dan juga menjadi target dari Bapak PJ Bupati untuk mendongkrak PAD dan Kabupaten Kupang ini”. Jelasnya.
Selain membahas upaya peningkatan PAD, pihaknya juga membahas soal stunting, sesuai data terbaru ada penurunan kasus stunting di tingkat Kecamatan Kupang Timur. Penurunan ini tak terlepas dari langkah-langkah yang telah diambil para petugas dari berbagai sektor, termasuk melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui Dana Desa. Soal stunting ini akan dibahas lebih lanjut dalam kegiatan lintas sektor (LINSEC) yang khusus akan diadakan oleh Puskesmas Oesao pada hari Senin pekan depan
Selain itu, kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Puskesmas Oesao dan puskesmas Naibonat juga termasuk dalam pembahasan rakor bulan ini. Pada bulan Mei, beberapa kasus DBD terjadi di Desa Oefafi, namun saat ini semua pasien telah pulih.
Dirinya berharap, rakor kedua ini dapat terus meningkatkan koordinasi dan efektivitas program-program di tingkat kecamatan, serta mendukung pencapaian target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kupang Timur.
Terkait stunting, Kepala Desa Manusak Arthur Ximenes kepada ini membenarkan sudah terjadi penurunan kasus stunting di Desa Manusak karena berbagai upaya dan intervensi termasuk di antaranya, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui Dana Desa.
Selain stunting, pihaknya juga sedang berupaya melaksanakan program kawasan tanpa asap rokok di Desa Manusak.
“Kami terpilih sebagai desa contoh program kawasan tanpa asap rokok dan kami berkomitmen untuk menciptakan kawasan tanpa asap rokok . Kami siap bahu-membahu dengan semua pihak untuk mewujudkan kawasan tanpa asap rokok di Desa Manusak,” ujarnya.
Selaku kepala Desa Manusak, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan pihak Puskesmas Naibonat, yang memilih wilayahnya dalam program kawasan tanpa asap rokok.
Merokok ungkap dia, tidak hanya berbahaya bagi perokok, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya yang menghirup asap rokok. Beliau mengungkapkan rasa syukurnya bahwa inisiatif bebas asap rokok di kantor desa telah memberikan dampak positif, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.
Sebagai bagian dari upaya ini, Desa Manusak akan bekerja sama dengan Puskesmas Naibonat untuk mempromosikan kawasan bebas asap rokok melalui pemasangan spanduk dan stiker serta kegiatan promosi lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan. (diksen/MN)













