Berita  

Jelang PKL, Mahasiswa Ekonomi UNKRIS Dibekali Ilmu Digitalisasi Diskominfo Kota Kupang 

Mikannews

Kupang, MN – Jelang pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama lebih dari satu bulan sejak tanggal 3 Juni hingga 10 Juli 2024, sebanyak 256 mahasiswa semester 6 Fakultas Ekonomi Universitas Artha Wacana Kupang mengikuti pembekalan dan sharing ilmu tentang Penguatan Potensi Mahasiswa Fakultas Ekonomi di Era Digital Dalam Dunia Kerja Kegiatan yang menghadirkan sejumlah Pembicara dari Dinas Kominfo Kota Kupang dan Mitra lainnya itu berlangsung di Aula Yohanes, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Jumat (31/5/2024) pagi

 

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Hermyn B. Hina, SE., M Si dalam sambutan saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan pihaknya sedang melaksanakan kegiatan pendampingan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa semester 6 dan pembekalan ini perlu dilakukan sebelum mahasiswa turun ke lokasi

 

Pihaknya jelas Hermyn, memiliki 86 mitra yang tersebar di instansi pemerintah, perusahaan dan gereja dan PKL ini menjadi salah satu mata kuliah yang merupakan mata kuliah mandiri dimana para mahasiswa yang mengikuti PKL ini harus melaksanakannya di luar, berkolaborasi dengan instansi pemerintah, swasta atau gereja untuk mempraktekkan ilmu yang didapat di bangku kuliah

Baca Juga   Soal Dana Seroja, BPBD Klarifikasi Tudingan Ketua Umum LP2TRI SESAT

 

PKL ini juga menjadi salah satu syarat yang harus diselesaikan mahasiswa di fakultas ekonomi. “Jadi mereka wajib, PKL ini adalah mata kuliah wajib untuk mereka ikuti selama Satu bulan, satu minggu.*ungkapnya.

 

Sebenarnya, soal PKL ini kalau dibawa ke era digital dan sesuai kebijakan Merdeka Belajar maka waktu prakteknya harus selama tiga bulan namun pihaknya masih menggunakan aturan sebelumnya yakni hanya satu bulan, satu minggu, ke depan pihaknya akan merevisi kurikulum supaya menjadi kurikulum berbasis Merdeka Belajar.

 

“Ada yang sudah menggunakan basis kurikulum Merdeka Belajar. Tetapi ada yang fakultas belum menggunakan kurikulum Merdeka Belajar.”bebernya.

 

Tema yang diusung pihaknya dalam PKL kali ini adalah tema yang berhubungan dengan mahasiswa dan kemajuan era digital saat ini. Dimana, mahasiswa ke depan akan berada pada era 4 poin O dan dituntut bisa bersaing di dunia kerja sebelum mereka benar-benar berada di lingkungan kerja.

 

Mahasiswa harus mendapatkan pendampingan dan pengawasan sebelum melakukan yang sebenarnya. Menjadi tenaga-tenaga yang siap pakai, profesional di dunia kerja.

 

“Jadi yang tidak mengambil PKL itu mereka tidak dapat menyelesaikan studi mereka. Nah, itu tujuan kami melaksanakan PKL. Jadi mahasiswa wajib mengambil PKL “ungkapnya.

Baca Juga   Pemkot Kupang Terima Audiensi REI Provinsi NTT

 

Pihaknya sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan pemerintah melalui Dinas Kominfo Kota Kupang untuk memberikan pembekalan kepada para mahasiswa agar bisa menggunakan digitalisasi atau internet secara baik

 

Tampil sebagai Pembicara, Analis Publik Dinas Kominfo Kota Kupang, Lumongga E. Simandjuntak, S Sos., MPP dalam kesempatan itu menjelaskan, materi yang disampaikannya fokus pada apa saja yang sudah diadopsi oleh pemerintah terkait digital, transformasi digital di pemerintahan, apa yang mereka bisa, manfaatkan, gunakan dan sebarkan kepada masyarakat.

 

Tentu hal-hal tersebut ungkap dia, tentang layanan-layanan berbasis digital di pemerintahan salah satunya seperti aplikasi Si Pintar untuk kepengurusan permohonan izin usaha apa saja, seperti di antaranya, izin UMKM, izin praktik dokter dan lain-lain, bisa diakses melalui layanan aplikasi si Pintar.

 

Selain itu, soal pembayaran pajak kendaraan bermotor seperti yang ditanyakan para mahasiswa, apakah sudah bisa dilakukan pembayaran di mall pelayanan pintar dan pelayanan pajak PBB juga bisa dilakukan melalui Bank NTT, semuanya sudah bisa dilakukan melalui sistem.

 

Sebagai mahasiswa tentunya bisa memanfaatkan peluang-peluang tersebut untuk menciptakan bisnis-bisnis melalui startup-startup. Seperti Facebook, pembuatnya adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa yang tidak lulus, Bill Gates juga tidak lulus kuliah tapi bisa menghasilkan Microsoft dan lain-lain, jadi peluangnya banyak.

Baca Juga   WoW, Prosesi Jalan Salib GMIT Fatusion Siki Berpakaian Adat Timor

 

Seperti tadi yang ditanyakan sejumlah dosen, soal pengabdian ke masyarakat, sebagai contoh tentang wisata di Kota Kupang sudah seharusnya memiliki website dan Kominfo sebagai pembuat website untuk menjual spot-spot wisata pesisir di kota Kupang

 

Selain itu, soal informasi stunting di Kota Kupang bisa diakses melalui aplikasi Sodamolek. Jadi disitu sudah bisa dilihat berapa penderita stunting di Kota Kupang hingga ke setiap kelurahan. Jadi inilah salah satu manfaat digitalisasi yakni pemberian data dan informasi. (MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media