Miliki Kualifikasi Tipe C, RSUD SK Lerik Kota Kupang Makin Siap Melayani Kesehatan Masyarakat

Kupang, MN – Melayani dengan kasih adalah moto yang menyertai semangat pengabdian Tim Medis RSUD SK Lerik Kota Kupang dalam melaksanakan tugas pokok mengobati para pasien yang adalah warga Kota Kupang.

Sebelumnya pada 1 Agustus 2023 lalu RSUD SK Lerik yang dipimpin drg. Dian Sukmawati Arkiang genap berusia 13 tahun. Rumah Sakit Umum Daerah yang memiliki kualifikasi tipe C ini terbilang memadai dengan memiliki 4 poli dasar yakni, Poli Bedah, Penyakit Dalam, Poli Anak dan Obgyn.

Selain itu, dengan predikat dan kelas tipe C maka  RSUD SK Lerik menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan status BLUD Penuh dan diberi fleksibilitas dalam tata kelola keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku maka pola pengelolaan keuangan sangat fleksibel dengan  keleluasaan penuh untuk menerapkan praktek-praktek bisnis secara sehat demi peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Kupang.

RSUD SK Lerik Kota Kupang hingga Desember 2023 ini sudah memiliki 18 jenis spesialistik dengan 24 orang dokter spesialis di antaranya, Ahli Bedah,, Penyakit Dalam, Spesialis Anak, Kebidanan Kandungan, Spesialis Mata, THT, Rehap Medik, Konservasi Gigi, Orthodontia, Penyakit Mulut, Jantung dan Pembuluh Darah, Kulit Kelamin, Spesial Saraf, Patologi klinik, Patologi Anatomi, Radiologi dan Anestesi. Dengan kondisi ini tentu RSUD SK Lerik Kota Kupang ini dipastikan mampu melayani kesehatan masyarakat Kota Kupang.

Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat, perkembangan penyakit yang paling banyak di derita warga Kota Kupang yakni, Hipertensi dan Gula Darah dimana pola dan gaya hidup tidak baik menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit yang terbilang kronis dan lama sembuh.

Kasus penyakit hipertensi di Kota Kupang semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Kupang melalui situs Kupangkota.bps.go.id hipertensi berada pada urutan ketiga jumlah penyakit yang diderita masyarakat pada tahun 2018 dengan jumlah kasus 28.701 dan mengalami penambahan 6.935 pada tahun 2019 dan tentunya semakin meningkat di tahun berikutnya.

Sejumlah ahli kesehatan menjelaskan, hipertensi merupakan suatu keadaan dimana meningkatnya tekanan darah yang dapat menyebabkan gejala berlanjut pada organ tubuh sehingga menimbulkan kerusakan yang berat seperti penyakit jantung koroner (kerusakan pada pembuluh darah jantung), stroke (kerusakan pada otak dan menyebabkan kelumpuhan), selain penyakit-penyakit tersebut, hipertensi juga menyebabkan gagal ginjal, pembuluh darah pecah, diabetes dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Di dunia, hipertensi merupakan masalah yang besar dan sangat serius. Hal karenakan kasus yang tinggi dan terus meningkat secara terus-menerus, juga karena tingkat resiko penyakit yang diakibatkan sangat tinggi seperti penyakit stroke, jantung, dan lain-lain juga menimbulkan kecacatan permanen dan kematian secara mendadak.

Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi sebesar 0,9%. Kabupaten/kota tertinggi kasus diabetes melitus ada di Kota Kupang dengan jumlah penderita 29.242. Berdasarkan hasil pengambilan data rekam medik di RSUD S.K Lerik Kota Kupang penderita diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan dari bulan januari-april 2022 sebanyak 293 orang.

Prevalensi Diabetes Melitus tipe 2 menyumbang 90% dari semua diabetes dan merupakan salah satu yang terbanyak di seluruh dunia, data WHO menyebutkan 422 juta orang di dunia pada populasi orang dewasa dan diperkirakan terdapat 2,2 juta kematian sebelum usia 70 tahun, Indonesia menempati urutan ke-4.

Diabetes melitus merupakan salah satu kelompok penyakit dengan kelainan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin.

Sebagai rumah sakit tipe C  yang mempunyai fasilitas pelayanan medis poliklinik penyakit dalam maka salah satu layanan medis yang bisa dilakukan RSUD SK Lerik yakni kepada penderita  diabetes melitus.

Selain melaksanakan pelayanan teknis pengobatan kepada para pasien, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pasien, keluarga dan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan maupun saat sedang menjalani proses pemulihan kesehatan Tim Medis RS SK Lerik ini juga menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

Proses edukasi PKRS ini biasanya dilakukan dokter spesialis baik secara langsung, melalui media sosial maupun media elektronik. Tentunya, transfer ilmu PKRS ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya preventif dalam mencegah maupun menurunkan angka kesakitan yang diderita pasien

Tahun 2024 mendatang, RSUD SK Lerik Kota Kupang yang masih dipimpin dtg. Dian Sukmawati Arkiang berharap dapat menambah lagi jenis pelayanan hingga memenuhi ketersediaan tenaga dokter umum dan spesialis sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lengkap sesuai tuntutan perkembangan zaman termasuk fasilitas tempat tidur yang maksimal dan memenuhi standar.

Selain itu, bisa memberikan pelayanan publik bidang kesehatan yang maksimal, sesuai standar pelayanan dan harapan para pengguna layanan hingganya bisa meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

Dit tengah menjamurnya rumah-rumah sakit swasta di Kota Kupang, RSUD SK Lerik diharapkan mampu menjadi rumah sakit yang patut diperhitungkan dan memiliki daya saing serya memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (MN)

 

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version