Berita  

Pendeta Manobe Terus Melayani di Tengah Padatnya Sidang Sinode GMIT 2023 Sabu Raijua

Sabu, MN – Di tengah padatnya Sidang SInode yang dijadwalkan berlangsung selama seminggu di Kabupaten Sbau Raijua,, Pendeta Yandi Manobe yang adalah salah satu Calon Ketua Sinode, melalui sambungan telepon kepada media ini, Senin (16/10), mengaku sedang menjalani sejumlah jadwal kegiatan yang sangat padat di daerah tersebut.

 

Menurut dia, setibanya di Kabupaten Sabu Raijua dengan menumpang Fery Cepat Cantika sejak pagi tadi, ia langsung menghadiri dan mengikuti kegiatan Pembinaan Pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua. Selanjutnya tampil sebagai pembicara, di kegiatan Pembinaan Kepemimpinan dan Pengembangan Pemuda di Ramedia dan pada sore harinya, ia diundang menghadiri Kebaktian Penyegaran Iman di Jemaat Ramedia dan dilanjutkan Kebaktian Penyegaran Iman di Jemaat Eilode.

 

Dirinya ungkap dia, sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sabu Raijua yang dengan tangan terbuka menerima dan memberikan kesempatan untuk berbagi Firman Tuhan dalam pelayanan bersama di Sabu Raijua hari ini.

 

Tidak hanya itu, kegiatan Pendeta Yandi di Kabupaten Sabu Raijua bahkan akan berlanjut hingga besok tanggal 17 Oktober memenuhi Undangan KPI di Raijua, lalu tanggal 18 Oktober kegiatan pembinaan bersama PPA Jemaat Daigama dan KPI di Jemaat Ledemanu Pukul 19.00 Wita.Selanjutnya Tanggal 19 Oktober dilanjutkan dengan Ibadah bersaama di SMA N 1 Seba Pukul 08.00 wita sampai puncaknya tanggal 20 Oktober ia juga memenuhi Undangan KPI di Jemaat Imanuel Bodae Pukul 19.00 Wita.

 

Dirinya sangat memohon dukungan doa dan partisipasi aktif Masyarakat dan Jemaat Kabupaten Sabu Raijua untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pelayanannya, selama berada di Sabu Raijua.

“Memang saat bersamaan juga saya harus menghadiri Sidang Sinode GMIT yang sementara di gelar, tapi karena saya bukan peserta/peninjau secara resmi maka, jadwal kosong yang ada, sebagai Pelayan, saya pun mesti menjawab permintaan dan kerinduan Para Jemaat, Masyarakat dan Pemerinah untuk bertemu dan berbagai pelayanan bersama untuk menjadi berkat. “Ungkapnya.

 

Menyinggung soal potensi dan peluang dirinya menjadi Ketua Sinode, Pendeta Yandi menjelaskan, pemilihan Pemimpin Gereja oleh Sinode GMIT dilakukan secara kolektif yang di wakili oleh Pendeta dan presbiter dari 53 Klasis sebagai peserta sidang yang memiliki hak suara. Pada tahap sebelumnya, Panmil telah merekap hasil penjaringan dari Jemaat dan Klasis serta menetapkan ara Calon Pemimpin Gereja yang akan di p[ilih pada tanggal 19 Oktober nanti di Gedung SIdang Sinode GMIT.

 

Proses pemilihan dan politik di Sinode GMIT sangat berbeda dengan politik praktis, sehingga kita tidak bisa berasumsi dan menciptakan situasi yang ujungnya bisa memecah belah Gereja dan Jemaat oleh karena berbeda pilihan. Yang paling utama lanjut dia, adalah momentum SIdang kali ini memberi peluang dan kesempatan Bagi Gereja untuk membahas dan merancang perencanaan program Sinode GMIT kedepan sesuai visi Gereja dan Misi/Panca Pelayanan yang ada berdasarkan pokok-pokok ajaran dan aturan ber GMIT serta mendorong isu-isu di tingkat Jemaat yang menjadi pergumulan bersama Pemerintah dan para stakeholder terkait dengan Isu Pendidikan, Kesehatan,Ekonomi, Stunting, Kemiskinan, Lapangan Pekerjaan, perubahan Iklim, adaptasi tehnology IT serta Pemuda sebaga generasi Penerus Gereja dan Jemaat Kedepan.

 

“Saya kira hal-hal ini butuh perhatian serius dan hikmat dari Tuhan agar para Peserta Sidang bisa memfokuskan juga perhatiannya pada penata layanan Organisasi, penguatan berbagai program yang sudah di lakukan oleh Ibu Pendeta Merry Kolimon dan kawan kawan MSH serta BPP UPP MS GMIT sebelumnya, serta Isu-isu strategis yang saya sampaikan diatas, bisa di dorong dalam HKUP penguatan Sinode GMIT 2023-2027 menuju pencapain RIP GMIT pada 2030 nanti. Sedangkan terkait pemilihan Ketua SInode GMIT adalah bagian dari agenda Sidang dan reOrganisasi sesuai Tata Gereja SInode GMIT.”ungkapnya..

 

Dijelaskan, di setiap sidang sinode 4 tahun sekali ini, Jemaat dan Para Pendeta bahkan stakeholders GMIT pun sangat menantikan siapa-siapa yang akan terpilih sebagai Pemimpin GMIT kedepan, terutama pada posisi Ketua sinode nantinya. Ada 3 Calon Ketua SInode GMIT termasuk dirinya sama-sama memiliki peluang dan kesempatan. Tidak ada yang lebih atau bahkan sudah meyakini akan terpilih dan paling berpeluang.

 

“Kami bertiga adalah teman seAngkatan di Fakultas Teology UKAW dan kami bertiga saling mengenal satu sama lain, serta cukup dikenal luas oleh para Pendeta dan Jemaat GMIT hari ini dengan rekam jejak Pelayanan masing-masing. Memang diantara para calon Ketua yang ada, saya 3 tahun terakhir ini mendapatkan banyak kesempatan oleh Tuhan untuk melakukan Pelayanan dan membangun jaringan lintas Lembaga Gereja, Pemerintah, Yayasan dan Swasta di wilayah GMIT serta skala Nasional di Luar NTT. Banyak sekali dukungan dan partisipasi Jemaat dalam berbagai kegiatan pelayanan kami, terutama sejak pandemi dan saat Badai seroja menghantam Jemaat GMIT. Saya bersama teman-teman Majelis dan Jemaat Agape serta di dukung oleh teman-teman Pendeta GMIT, di Sinode GMIT,Lintas denominasi, Pemerintah, swasta dan Jemaat lainnya, kami bersama-sama berbagai diakonia dan mendorong berbagai program pemberdayaan Jemaat yang berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi Jemaat kedepannya. Dan hal ini, sampai sekarang pun kami terus melakukannya, termasuk mengatasi Masalah Pendidikan dan stunting di lingkup Jemaat.”jelasnya.

 

Ketua ungkap dia, adalah Jabatan organisasi yang akan bekerja 4 tahun sekali. Sedangkan sebagai pendeta adalah Jabatan Pelayanan yang melekat dan diemban sampai akhir hayat. Fokus utama seorang Pendeta adalah melayani sekuat tenaga dan pikiran bagi gereja dan Jemaat sesuai kehendak Kristus sedangkan apabila di berikan tanggung jawab oleh Tuhan melalui proses sidang nanti, maka sebagai seorang Ketua, wajib memimpin dengan Gaya kepemimpinan Kristus yang rendah hati, peduli mengayomi, kerja sama dan sama-sama kerja berdasarkan aturan-aturan GMIT dan program-program yang sudah di tetapkan di Sidang Sinode Kali Ini. Masalah apapun di tingkat Sinode, Klasis dan Jemaat mesti di selesaikan pada lingkupnya masing-masing secara baik dan bijak secara musywarah bersama tanpa otoritas sepihak.Prinsipnya Gereja dan Jemaat tidak boleh di kecewakan atau dirugikan dari Kepmimpinan Sinode GMIT kedepan.

 

Sebagai calon Ketua sinode, dirinya sudah menyampaikan isi hati dan apa yang ada di kepalanya apalagi saat di tanya sejumlah awak media soal komitmen melayani Tuhan lewat Lembaga Gereja dan Jemaat berdasarkan talenta dan semua dampak baik dari pelayanan selama ini. Apa yang sudah baik oleh MSH Periode sebelumnya mesti di tingkatkan dan apa yang belum maksimal dioptimalkan secara kolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.

 

“Dan saya melihat, ini momentum bagi GMIT untuk merangkul semua yang mendekat dan sebagian tertinggal. SIdang sinode GMIT bukan saja berhasil melaksanakan Pemilihan tapi juga Pemulihan Bagi Jemaat di tengah perubahan dan tantangan-tantangan besar yang akan di hadapi bersama kedepan secara berkeadilan sesuai tema SIdang kali ini.”ujar Pendeta Yandi bersemangat. (MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version