Berita  

RAT Coop TLM Indonesia Dapat Apresiasi Deputi Perkoperasian dan Gubernur NTT

Lasiana, MN – Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 12 tahun buku 2022 Coop TLM Indonesia wilayah NTT dengan nilai Non Performing Loan (NPL) 0,39 atau nyaris tidak ada yang macet ini, mendapat apresiasi langsung dari Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Sabadi. Kalimat penghargaan ini disampaikan Pejabat di Kementerian Koperasi dan UKM RI itu dalam sambutannya di Hotel La Cove, Pantai Pariwisata Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat (2/6) sore.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi seluruh anggota Coop TLM Indonesia yang telah mampu menghantarkan pertumbuhan yang cukup signifikan dan mencapai satu kinerja yang positif juga signifikan pertumbuhannya dengan nilai Non Performing Loan (NPL) 0,39 artinya nyaris tidak ada yang macet.”jelasnya.

Menurut Sabadi, rancangan peraturan Menteri Koperasi tentang simpan pinjam akan menjadi bukti pihaknya sungguh-sungguh memberikan satu pesan bahwa koperasi diperuntukkan bagi pemberdayaan sesuai azas gotong-royong dan kekeluargaan yang bukan bisnis uang.

“Kami akan mengawal koperasi menjadi representasi ekonomi kerakyatan dan semoga tahun ini rancangan Permenkop menjadi undang-undang perkoperasian yang baru yang orientasinya untuk memberikan perlindungan kepada anggota, koperasi, mitra dan masyarakat dari praktek ilegal yang merugikan termasuk oleh oknum-oknum yang menggunakan baju koperasi tetapi prakteknya tidak sesuai dengan karakteristik koperasi dan merugikan masyarakat.”ungkapnya.

Seperti yang diharapkan Gubernur NTT, pihaknya tidak akan mengijinkan kelompok pemodal besar masuk menguasai dan membentuk koperasi seperti para Konglomerat yang sudah menguasai aset produksi besar dimana-mana. Hal ini lanjut dia, sudah dituangkan dalam rancangan Pemernkop yang segera akan terbit.

Sementara, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskidat, usai mengesahkan hasil RAT anggota Coop TLM Indonesia wilayah NTT dalam kesempatan itu turut mengapresiasi kegiatan RAT koperasi simpan pinjam yang semua keanggotaannya adalah perempuan tersebut.

Menurut VBL, kegiatan RAT Coop TLM Indonesia wilayah NTT ini menjadi yang terbaik bila dibandingkan dengan sejumlah kegiatan RAT lain yang pernah diikutinya pasalnya, RAT ini dilaksanakan terbuka di lokasi pantai pariwisata dan diikut ribuan anggota dari 5 propinsi baik secara langsung maupun online.

Disaksikan media ini, tidak hanya mengadakan RAT, untuk memberikan perlindungan kepada anggotanya, Coop TLM Indonesia wilayah NTT juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan PT. KImia Farma.

Sebanyak, 1000 anggota Coop TLM Indonesia wilayah NTT yang hadir dalam kegiatan tersebut secara sah sudah terdaftar bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan premi pertamanya dibayar langsung oleh Coop TLM Indonesia masing-masing sebesar 16. 800 rupiah

Untuk diketahui, jumlah anggota Coop TLM Indonesia saat ini berjumlah 196 ribu yang kesemuanya adalah perempuan yang tersebar di 5 Propinsi yakni, Bali, NTB, Palu, Mamuju dan NTT. (MN)

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version