Kupang, MN – Kabupaten Kupang memiliki kekayaan atas sumber daya alam yang melimpah di antaranya, air, lahan pertanian, ternak, hutan, ikan, maupun keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya dan tersebar secara luas di 160 desa, 17 kelurahan dan 24 kecamatan. Tentunya, kekayaan alam ini akan menjadi modal bagi pelaksanaan pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kupang
Mengutip sederet kalimat yang tertuang dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe di masa bakti 2019 – 2024 yakni, mewujudkan kedaulatan ekonomi daerah berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan sekaligus memelihara niilai-nilai budaya sebagai modal Sosial ( Social Trust) bagi pembangunan ekonomi kerakyatan melalui program Revolusi 5P pastinya bisa terlaksanakan dengan baik mengingat potensi 5P di antaranya, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pariwisata adalah sumber daya alam yang sudah ada dan dikelola secara turun-temurun dalam suatu kehidupan budaya masyarakat hingga sekarang.
Tokoh masyarakat sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas kepada Mikan-news.com, Senin (20/2/2023) mengatakan, sekali pun tidak semuanya, namun sebagian dari program Revolusi 5P seperti pertanian, peternakan dan pariwisata dimungkinkan bisa berhasil dilaksanakan karena ada dukungan, sumber daya alam dan budaya masyarakat Kabupaten Kupang.
Dari dukungan budaya jelas dia,, orang Amarasi misalnya, sejak jaman kerajaan dulu selain bercocok tanam untuk kebutuhan hidup, menanam padi, jagung, pisang dan kelapa harus dilakukan sebagai syarat seorang pria dewasa bisa diijinkan menikah.
Sementara dari dukungan sumber daya alam berupa ketersediaan lahan tanam sawah dan air tentunya harus disiapkan untuk bisa meningkatkan hasil produksi masyarakat petani. Sesuai data Badan Pusat Statistik tahun 2021 luas areal persawahan di Kabupaten Kupang baik sawah irigasi dan non irigasi terus merangkak naik dari tahun ke tahun hingga mencapai luas 21 232,40 hektar di tahun 2020. Tentunya dengan semakin luas areal persawahan maka semakin tinggi pula produksi hasil tanam petani.
Selain itu, dukungan ketersediaan air menjadi bagian penting yang menentukan keberhasilan produksi hasil tanam petani. Sesuai data yang diungkapkan Bupati Kupang, Korinus Masneno saat jumpa pers bersama awak media beberapa waktu lalu mengungkapkan, menggunakan dana Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT, memasuki tahun ke 3 kepemimpinannya, pihaknya sudah membangun kurang lebih 400 sumur bor dari 1000 sumur bor yang direncanakan untuk mendukung program Revolusi 5P selama 5 tahun masa kepemimpinannya di Kabupaten Kupang.
Sebanyak 400 sumur bor yang sudah dibangun tersebut bahkan tersebar secara merata dari Tarus hingga Naibonat dan hal ini dilakukan akibat rendahnya curah hujan di tahun 2019 lalu dan mengakibatkan petani gagal tanam dan gagal panen.
Tidak hanya itu, dengan memperhatikan kurangnya curah hujan pada tahun 2019 lalu, pihaknya melalui Dinas Pertanian juga berinovasi mengubah pola tanam sawah tadah hujan ke tanaman Palawija menyesuaikan dengan ketersediaan air yang sedikit. Selain itu, pemerintah juga menyediakan traktor, bibit, pupuk, mesin sumur bor hingga petugas lapangan mendampingi petani dan Hasilnya, petani mampu panen disaat musim kemarau, bahkan Gubernur NTT pun diundang melakukan panen perdana tanaman padi di lahan seluas 164 hektar. Begitu pula dengan panen perdana jagung juga sudah dilakukan di bebarapa tempat.
Sementara di Bidang Peternakan dan Perkebunan, saat ini telah ditanam sekitar 400 hektar pakan ternak jenis lamtoro teramba. Untuk tahun 2021 telah tersedia anak Lamtoro Teramba sebanyak 15.000 hingga 30.000 pohon yang nantinya dibagikan kepada seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Kupang.
Masyarakat diharapkan tidak pesimis dan putus asa jika berhadapan dengan curah hujan yang rendah, sebaliknya, harus punya cara mensiasati dengan menanam pakan ternak jenis Lamtoro Teramba yang tidak terlalu membutuhkan banyak air yang sekali tanam, panennya bisa dilakukan berulang kali
Pola tanam seperti inilah yang harus dilakukan masyarakat petani Kabupaten Kupang agar tidak berharap terlalu besar dari membajak sawah, dengan menanam Lamtoro Teramba masyarakat dipastikan bisa panen beras di atas puncak gunung.
Bidang Perikanan, Pemkab Kupang juga sudah berupaya meningkatkan produksi perikanan, meningkatkan produktifitas para nelayan, membuat 2 unit rumah ikan di lepas pantai Teres Amarasi Selatan yang dilengkapi tempat pemancingan, pemerintah juga siapkan speedboat yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin memancing ikan di lepas Pantai Teres.
Sementara di bidang Pariwisata, Pemkab Kupang saat ini sedang giatnya menyiapkan destinasi pariwisata di Pantai Teres Amarasi Selatan sebagai objek wisata terintegrasi. Berbagai fasilitas baik infrastruktur jalan maupun fasilitas pariwisata sedang disiapkan pemerintah di lokasi Pantai Teres. Dengan pola yang dikembangkan ini, sampai tahun 2024 Kabupaten Kupang akan memiliki 4 destinasi wisata dalam skala besar.
Roh dari destinasi pariwisata pantai Teres adalah miniatur dari keseluruhan konsep Revolusi 5P yang sesungguhnya. Di Pantai Teres, pemerintah disiapkan irigasi tetes, fasilitas air bersih yang bisa langsung diminum dari kran air hasil kerja sama dengan Water Mission.
Pemerintah sedang membangun tempat menonton matahari terbit dan terbenam dipuncak gunung yang dilengkapi teropong bintang, ada fasilitas penerangan sehingga pantai Teres bisa dikunjungi baik siang maupun malam hari.
Di Pantai Teres pun sedang disiapkan panggung hiburan rakyat, kolam renang air laut, pusat kuliner, fasilitas kesehatan, keamanan serta fasilitas pendukung lainnya.
Sebagai Kepala Balai Penyuluh Pertanian Naibonat yang mendampingi langsung masyarakat petani/peternak di Kecamatan Kupang Timur, dan juga menjadi barometer wilayah pertanian di Kabupaten Kupang, Sarlin Lado, Jumat (24/2/2023) kepada media ini membenarkan, pihaknya secata terjadwal dan berkala telah melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program Revolusi 5P melalui kegiatan demonstratif, sebagai contoh agar bisa diikuti oleh masyarakat petani/peternak dengan tidak saja berorientasi pada produksi tetapi juga bisnis.
Pada musim tanam I, periode bulan Oktober – Maret 2023 sudah tercatat luas lahan pertanian di Kecamatan Kupang Timur mencapai 5400 hektar dengan total luas tambah tanam per 24 Februari 2023 mencapai 3155 hektar untuk tanaman padi dan 263 hektar untuk tanaman jagung
Masyarakat petani/peternak juga dianjurkan untuk menanam lLamtoro dan Gamal dengan memanfaatkan kelimpahan air saat musim hujan untuk mendukung ketersediaan pakan ternak. Tidak hanya itu, pihaknya juga mendukung ketersediaan makanan ternak dengan memanfaatkan kelimpahan jerami saat musim panen padi dengan cara fermentasi (Prokadv/MN)
