Berita  

Akui APBD Terbatas, Ansi Lema Minta Para Bupati Responsif Bangun Komunikasi dengan DPR Ri

Mata Air, MN – DPR RI tidak punya RPJMD, tidak punya visi misi dan program kerja sebaliknya yang punya visi misi, program kerja dan RPJMD adalah Kepala Daerah. Semestinya para Bupati harus responsif menyampaikan kebutuhan bagi pembangunan di daerahnya kalau Kepala Daerah tidak responsif dan tidak mau berkomunikasi maka tentu pihaknya tidak tahu apa yang menjadi kebutuhan daerah. Demikian hal ini disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI-P asal NTT, Yohanis Fransiskus Lema saat kegiatan Kampanye Ayo Makan Ikan untuk cegah Stunting bersama Kementerian Perikanan dan Kelautan di Aula pantai pariwisata Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang – NTT, Jumat (29/7/2022) pagi

 

Dirinya ungkap Ansi, sangat memahami keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk itu, rajin-rajinlah daerah membangun kemunikasi agar yang menjadi kebutuhan daerah bisa diketahui dan diperjuangkan pihaknya

 

“nanti setelah kami turun lapangan baru kami tahu dan temukan soal di masyarakat. Itulah mengapa saya bilang waktu jadi DPR RI dulu ketika baru dilantik, semua Bupati saya telepon dan saya minta ketemu, tujuannya untuk kenalan sekaligus bisa bersinergi dalam kerja-kerja ini,”jelasnya

 

Sebelumnya diberitakan, selain alat penangkapan ikan seperti ketinting dan sampan, tahun 2023 mendatang, masyarakat Desa Mata Air akan mendapat paket pembangunan Jalan Tani sepanjang ribuan meter dari anggaran APBN. Kepastian ini disampaikan langsung anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI-P asal NTT, Yohanis Fransiskus Lema atau yang disapa Ansi Lema, menjawab permintaan Kepala Desa Mata Air, Benny Kanuk, dalam kegiatan Kampanye Ayo Makan Ikan untuk cegah Stunting bersama Kementerian Perikanan dan Kelautan di Aula pantai pariwisata Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang – NTT, Jumat (29/7/2022) pagi

Menurut Ansi Lema, ia sudah datang dan melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat maka sepantasnya dirinya bersuara memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Semua harapan dan permintaan bantuan yang disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kupang, Jack Baok dan Kepala Desa Mata Air, Benny Kanuk soal fasilitas tangkap ikan seperti Ketinting, Sampan dan Jalan Tani saya pastikan tahun 2023 akan direalisasikan. Kalau tahun ini tidak bisa karena penetapan anggarannya sudah selesai. Kalau usulan pengembangan kapasitas melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan pengelolaan ikan, saya sudah punya kegiatan nanti di bulan Agustus ini kita akan buat Bimtek untuk pengelolaan ikan di Kota dan Kabupaten.”ungkapnya. (MN)

 

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version