Manusak, MN – Sempat dikabarkan tenggelam dan hilang bersama KM Intan Fortuna pada 29 Juni 2022 lalu, Jufri Leowalu (30) warga Dusun II Tatelek RT/04 RW/02 Desa manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat bersama ketiga temannya di laut Banda, Kendari, Sulawesi Tenggara oleh para nelayan setempat pada 18 Juli 2022.
Informasi telah ditemukan dalam keadaan selamat korban tenggelam KM Intan Fortuna, Jufri Leowalu dan ketiga temannya itu disampaikan Mariana Pelandou, Ibunda Jufri Leowalu kepada media ini, Kamis (21/7/2022) siang, usai dirinya mendapat telepon langsung dari Jufri Loewalu pada Rabu 20 Juli 2022.
“”waktu dapat telepon, Lila Loewalu (adik Jufri Loewalu) sedang mengajar anak-anak PAUD Manusak, karena rumah berdekatan dengan sekolah, Lila anak kami langsung lari bawa HP kasih kami untuk bicara langsung dengan Jufri, semua kronologi kejadian tenggelam hingga ia dan ketiga teman mengapung menggunakan box ikan, bertahan hidup dengan memakan ikan mentah hingga kembali ditemukan oleh para Nelayan sudah diceritakan semua.”ungkapnya.
Jufri dan ketiga temannya jelas Mariana, ditemukan di Laut Banda, di perairan Kendari Sulawesi Tenggara, pada, 18 Juli 2022 oleh para nelayan yang sedang mencari ikan. Karena tidak ada jaringan telepon kabar ini baru bisa disampaikannya pada Rabu, 20 Juli. Sekarang lanjut Mariana, Jufri bersama ketiga temannya sedang dalam perjalan menuju Kota Kendari bersama kapal penangkap ikan milik warga nelayan sekitar.
Sebagai orangtua ungkap Mariana, ia dan seisi rumpun keluarganyai mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Manusak, BPD dan Bhabinkamtibmas yang sudah menindaklanjuti keluhan yang disampaikannya beberapa hari lalu dan sampai dengan hari kemarin Rabu 20 Juli sekitar jam 5 sore, kami (Ibunda dan Keluarga Jufri Leowalu) sudah mendapat kabar dan kepastian melalui saluran telepon langsung dari Jufri Leowalu, yang mengabarkan dirinya sudah ditemukan nelayan-nelayan Kendari dalam keadaan selamat.
Mewakili Pemerintah Desa Manusak, Ketua BPD Manusak, Apolinario Ferreira kepada media ini juga menyampaikan terima kasih atas ditemukan dengan selamat Jufri Leowalu oleh nelayan-nelayan Kendari tersebut.
Pemerintah Desa Manusak menurut Ketua BPD Itu, sudah Menindaklanjuti surat terkait musibah yang dialami warga Desa Manusak itu. Selanjutnya setelah mendapatkan kabar sudah ditemukan dalam keadaan selamat maka segera akan ditindaklanjuti dengan surat agar Pemerintah Daerah juga tahu kabar baik ini.
Sementara, Bhabinkamtibmas Desa Manusak, Bripka Finsen kepada media ini membenarkan, pihaknya tidak akan berhenti memberi pemantauan dan berharap pihak keluarga terus membangun komunikasi dengan pihak perusahaan PT Starindo Jaya untuk memberikan tanggungjawabnya kepada semua korban dalam insiden tenggelamnya kapal penangkapan ikan KM Intan Fortuna pada 29 Juni lalu di perairan Namrole, Maluku.
Sebelumnya diberitakan, Mariana Pelandou (60) warga Dusun II Tatelek RT/04 RW/02 Desa manusak, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengadukan kehilangan anaknya, Jufri Leowalu (30) ke Pemerintah Desa Manusak, Kamis (14/7/2022). Jufri Leowalu diduga tenggelam bersama kapal Intan Fortuna pada 29 Juni lalu
Dihadapan Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, Bhabinkamtibmas Bripka Finsen dan wartawan media ini, Mariana membenarkan, anaknya Jufri Leowalu hilang dan belum diketemukan setelah kapal penangkapan ikan asal Jakarta bernama Intan Fortuna milik PT Starindo Jaya yang membawa serta 16 kru didalamnya termasuk Jufri Leowalu tenggelam di sekitar perairan Namrole, Ambon pada 29 Juni 2022.
Informasi hilangnya Jufri Leowalu dan tiga orang temannya akibat kapal tenggelam ini, Jelas Mariana, ia peroleh dari Nixson Amalo, saudara sepupu Jufri Leowalu, salah satu dari 12 korban selamat dalam insiden tenggelamnya kapal ikan Intan Fortuna tersebut.
“Mereka (Kapal Intan Fortuna dan 16 orang kru kapal) berangkat dari Jakarta tanggal 26 Juni, tanggal 27 kapal ini diterpa gelombang tinggi lalu tanggal 29 Juni kapal tenggelam di perairan Namrole Ambon lalu mereka selamatkan diri menggunakan Box-box ikan berbahan gabus tetapi hanya 12 orang berhasil selamat karena ditemukan dan ditolong warga nelayan sekitar sementara Jufri Leowalu dan tiga orang kru lainnya hilang dan belum diketahui nasibnya.”ungkap Mariana.
Menurutnya, seperti yang diberitakan media online KompasTimur.com, 12 orang selamat termasuk Nixon Amalo ini, baru diketemukan dan diselamatkan warga nelayan sekitar pada tanggal 9 Juli dan hari Minggu tanggal 10 Juli sekitar jam 12 siang ia dan seluruh rumpun keluarga di Manusak mendapat informasi via telepon dari Nixon Amalo yang saat itu juga mengaku masih mendapat perawatan medis disalah satu rumah sakit di Kota Ambon. (MN)
