Berita  

Sekda Obet Laha Hadiri Pengambilan Sumpah Lembaga Adat ‘Nit Neo Bikolan’ Oelatsala

Taebenu, MN – Kegiatan ini berlangsung di kantor Desa Oelatsala Kecamatan Taebenu, Jumat (8/7/2022). Turut mendampingi, Direktur PDAM kab. Kupang Yoyarib Mau, perwakilan PMD kab. Kupang, Kades Oelatsala In Bilaut, Camat Taebenu Eliazer M. Manesi, Ketua PKK Desa Oelatsala Anthoneta Manesi-Manafe, Babinsa, para pengurus lembaga adat dan karang taruna desa Oelatsala, Ketua BPD Oelatsala Danial Meto, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

 

Ketua Pengurus Lembaga Adat desa Oelatsala yang baru, Yohanes Kause dalam sekapur sirihnya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Sekda Obet Laha dan rombongan yang telah meluangkan waktunya menghadiri kegiatan tersebut

 

Menurut Kause,mampu atau tidaknya, semua pengurus harus selalu siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. “Kami mohon topang tangan Pemkab Kupang agar lembaga kami tetap kuat melaksanakan tugas dan pekerjaan yang ada. Kami akan terus belajar agar lembaga adat dan karang taruna ini bisa terus berjalan demi membangkitkan budaya dan potensi serta membangun desa dengan lebih baik lagi.”ungkapnya.

 

Sementara, Sekda Obet Laha dalam sambutannya mengatakan, lembaga adat merupakan mitra aparat desa dalam menjalankan roda pembangunan. Karenanya setiap program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desa baik dalam tahapan perencanaan pelaksanaan dan pengawasan harus terus dikawal lebih dari itu fungsi utama lembaga adat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi agar bisa menguatkan, melestarikan serta mengembangkan adat istiadat yang ada di desa Oelatsala. Dimana, adat serta budaya ini merupakan jati diri atau suatu identitas yang harus dipelihara dan dilestarikan agar tidak punah atau hilang.

 

Menurutnya, lembaga adat secara aktif berperan penting melalui urusan adat di desa seperti peminangan, pernikahan dan penyelesaian masalah secara adat.

 

“Untuk itu jadikanlah Nitneo Bikolan yang diibaratkan seperti pohon beringin yang teduh dapat diandalkan sebagai tempat berlindung”, ujar Obet Laha.

 

Menyinggung soal Karang Taruna, Sekda Obet menjelaskan, karang taruna juga merupakan lembaga kemasyarakatan desa yang bertujuan membantu kepala desa dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial dan pengembangan generasi muda.

 

Bergabung dengan karang taruna jelas Obet, merupakan suatu bentuk aktualisasi diri yang luar biasa untuk menampung aspirasi para pemuda dalam mendukung pembangunan desa.

 

“Karang taruna adalah cerminan kaum muda Oeletsala yang mampu mengembangkan cipta, rasa, karsa dan karya generasi muda dalam peningkatan sumber daya manusia. Karena itu saudara-saudari pengurus Binter yang artinya bersih, indah dan tertib ini mempunyai tanggung jawab besar untuk para pemuda di desa Oeletsala agar selalu memberikan kepedulian terhadap warganya”, tegasnya.

Tentunya, lembaga ini terbentuk bukan karna kebetulan atau aturan namun merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Dia berharap lembaga ini bukan hanya terbentuk namun harus dipertanggungjawabkan dengan kemampuan yang dimiliki demi membangun daerah ini.

 

“Terima dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Selamat bertugas kepada 50 pengurus lembaga adat Nit Neo Bikolan serta 39 orang pengurus karang taruna Binter. Semoga apa yang dikerjakan selalu amanah dalam membangun desa Oelatsala dan Kabupaten Kupang menjadi semakin maju, mandiri dan sejahtera.”ungkapnya (pkp/MN)

error: PT. Sosoralo Mikan Media
Exit mobile version