Oelamasi, MN – Siapapun yang hadir di Kabupaten Kupang, hadirlah sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Di Kabupaten Kupang tidak ada ruang untuk saling menyalahkan dan melemahkan. Pentingnya membangun kerjasama antar OPD dan LSM. Kegiatan evaluasi merupakan wujud kerjasama yang baik antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bagian dari solusi. Demikian diungkapkan Bupati Kupang, Korinus Masneno, saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Tim Perizinan Ormas Asing (TPOA) Kementerian Luar Negeri RI bersama tim Kementerian Sosial RI, di Kantor Bupati Kupang. Rabu, (11/5).
Menurut Korinus, Pemerintah Kabupaten Kupang yang dipimpinnya sangat berterima kasih atas kepedulian Pemerintah Pusat. Sekalipun daerah ini miliki keterbatasan dan kekurangan,l sebagai daerah terluar yang berbatasan dengan negara Australia maupun Timor Leste setidaknya kabupaten ini miliki potensi hati nurani yang baik, ramah dan santun.
Sementara, Koordinator Tim Perizinan Ormas Asing Kementerian Luar Negeri RI, Indra Primasetya dalam kesempatan tersebut menjelaskan, kinerja ormas asing di Indonesia tentunya untuk mengisi ruang yang belum terjangkau oleh program pemerintah. Untuk itu, pihaknya perlu melakukan monitoring dan evaluasi hasil kerja ormas luar negeri temasuk Oxfam apalagi ormas ini sudah memiliki Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Sosial RI.
Menurut Indra, Kementerian Luar Negeri, melalui Koordinator Tim Perizinan Ormas Asing perlu melakukan pemantauan dan evaluasi untuk melihat perkembangan pelaksanaan program Oxfam di lapangan. Dimana, program kerjasama Kemensos RI dan Oxfam ini dibidang pengembangan ekonomi bagi kelompok rentan, penguatan kepemimpinan perempuan yang memiliki kerentanan sosial ekonomi, kesiapsiagaan bencana serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.
Senada diungkapkan, Biro Perencana Kementerian Sosial RI, Ellie Akhmad, menurut dia, Oxfam berasal dari Inggris dan telah bekerja di Indonesia sejak tahun 1957 dan memiliki Memorandum Saling Pengertian (MSP) dengan Kementerian Sosial RI, bergerak baik di isu humanitarian maupun pemberdayaan. Kemensos RI tidak bekerja sendiri, mereka menggandeng mitra Konsorsium Timor Adil dan Setara NTT diantaranya : LBH APIK NTT, CIS Timor dan Bengkel APPEK. Dengan Visi : masyarakat Indonesia akan hidup setara dan bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan, menikmati hak-hak mereka dan tangguh pada saat terjadi bencana, serta misi Oxfam di Indonesia memiliki target 5 tahun yaitu 2,5 juta perempuan dan laki-laki di Indonesia mampu berdaya dalam menghadapi kemiskinan, kerentanan dan ketidaksetaraan,.
Hal ini tentu diperlukan koordinasi, monitoring dan evaluasi kemitraan di wilayah Kabupaten Kupang. Dan lokasi yang dikunjungi dalam dua hari kedepan, ialah fokus ke Desa Oesena Kec.Amarasi dan Desa Ohaem Kec.Amfoang Selatan. Rincian proyek Oxfam untuk Indonesia Women in Leadership, lokasi proyek terdapat di 6 (enam) desa yaitu Nekbaun, Niukbaun, Oelomin, Tunfeu, Oebelo dan Oesena. Mitra konsorsium pendampingnya adalah Konsorsium Timor Adil dan Setara. Sementara untuk program Membangun ketangguhan terhadap bencana, lokasi proyeknya di Desa Ohaem 1 dan Ohaem 2. Mitra konsorsium pendampingnya adalah LSM PIKUL.
Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah OPD terkait diantaranya, Badan Perencanaan, Pembangunan, penelitian dan Pengembangan Daerah Kab.Kupang; Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi; Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab.Kupang, serta LSM/NGO. Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Staf Ahli Bupati, Ir.Pandapotan Siallagan, M.Si. (pkp/MN)
