Camplong, MN –Melalui bacaan Injil dapat dipahami bahwa Tuhan butuh kolaborasi dan keterlibatan manusia dalam berbagai hal termasuk melalui usaha pertanian yang nantinya akan memberi orang makan. Begitu juga dengan bidang kesehatan, sosial dan lainnya. Semua yang terjadi bukan program Gubernur, tapi program Tuhan Yesus. Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah (MUSDA) Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) di aula wisma Oemathonis Desa Camplong 2, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Rabu (30/3)
Menurut dia, GBIS harus mampu merumuskan visi misi, program kerja serta strategi kolaborasi dimana gereja harus mampu melahirkan kader-kader yang berpengetahuan, peduli dan berani.
“Jangan terfokus pada dogma. Dogma itu hanya desain-desain manusia yang punya pikiran picik untuk menghambat kebenaran yang telah dibangun oleh Yang Maha Kuasa. Jangan hanya bicara abstrak, melainkan konkretkan dalam kehidupan nyata. Iman itu harus dibuktikan. Berdoa terus tapi tidak mau kerja, pasti sia-sia. Begitu juga jangan hanya khotbah, tapi kerja nyata tidak ada. Kita harus hidup dalam pengharapan dan bangkit menuju sejahtera. Bangkit cara berpikir, bangkit cara kerja. GBIS secara penuh mengerti injil, kiranya dapat ditorehkan dalam kehidupan nyata.”ungkapnya
Ia menjelaskan, pemahaman akan apa itu Kerajaan Allah yang sesungguhnya, dapat dimaknai setiap insan manusia. Tidak hanya itu, Gubernur VBL juga melontarkan sejumlah pertanyaan kepada peserta GBIS : “apakah kalian percaya Tuhan Yesus? secara serentak semua menjawab : yah kami percaya. (Pertanyaan lanjutan Gubernur) “apakah semua yang ada disini Tuhan Yesus percaya? Kebanyakan peserta tidak menjawab dan hanya tersenyum. Melalui pesan bijaknya, orang nomor 1 di NTT ini meyakini, bahwa kehidupan Kerajaan Allah datangnya dari ilmu pengetahuan. Selanjutnya melalui ilmu pengetahuanlah maka diperoleh pemikiran-pemikiran cerdas untuk melangkah, bertindak mencapai tujuan, berani melawan penghambat kebenaran serta menaruh peduli terhadap sesama.
Ia juga berharap, masyarakat tidak hanya menaruh rasa penasaran dan ingin tahu tentang visi misi kepemimpinan manusia dalam hal ini Kepala Daerah yang cuma 5 tahun tetapi carilah dulu visi dan misi Tuhan yang abadi dan kekal. Tentu jawabannya hanya dengan damai sejahtera kita mampu menghardik semua keraguan duniawi.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Musda GBIS Provinsi NTT, Dr. Yanto M.P Ekon, SH,M.Hum dalam laporannya menyampaikan, Musyawarah Daerah Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) yang terselenggara ini merupakan salah satu bentuk sidang Majelis Daerah yang wajib dilaksanakan setiap menjelang sidang majelis besar dan/atau Musyawarah Kerja Nasional sebagaimana yang ditetapkan dalam pasal 13 Tata Rumah Tangga Gereja Bethel Injil Sepenuh. Dan dana yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan MUSDA GBIS ini ditetapkan sebesar Rp.35 Juta yang bersumber dari kas Majelis Daerah, sumbangan sukarela dan pencairan dana oleh panitia.
Sementara Ketua Majelis Daerah Prov.NTT, Pdt. Mesakh Manafe menambahkan bahwa agenda pembahasan dalam MUSDA GBIS NTT ke XX ini mencakup 5 (lima) hal yaitu : (1).Evaluasi pelaksanaan program kerja Majelis Daerah masa bakti 2017-2021, (2).pengusulan calon pejabat (Pdm/Pdt) dan penggabungan untuk memperoleh pengesahan di sidang Majelis Besar, (3).Pencalonan dan pemilihan Ketua Majelis Daerah masa bakti 2022-2026 (4).Penyelesaian persoalan yang timbul dalam GBIS NTT. Peserta MUSDA GBIS terdiri dari pejabat GBIS, calon pejabat dan peninjau.
Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Kupang, Korinus Masneno dan segenap jajaran lingkungan Pemerintah Kabupaten Kupang. (Mercy/MN)













