Kupang, MN –-Pemerintah Kabupaten Kupang dibawa kepemimpinan Bupati Korinus Masneno dan Wakil Bupati, Jerry Manafe mencanangkan Program Revolusi 5P untuk lima tahun kepemimpinan mereka.
Revolusi 5P ini meliputi bidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata diharapkan mampu merubah wajah Kabupaten Kupang dalam rentang waktu 2019 – 2024.
Sejumlah capaian kerja program unggulan ini pun sudah dibeberkan Bupati Kupang Korinus Masneno, kepada awak media di Oelamasi, belum lama ini
Menurut Bupati Korinus, pihaknya sedang gencar-gencarnya bekerja sukseskan program ini tanpa banyak bicara Ibarat, bekerja dalam diam.
Di bidang pertanian, pastinya, untuk mendukung program Revolusi 5P, ketersediaan air menjadi sangat penting diupayakan pihaknya, setiap tahun terus membangun banyak titik-titik sumur bor dari daerah Tarus hingga Naibonat.
Selain itu, pemerintah Kabupaten Kupang juga menyediakan traktor, bibit, pupuk, mesin sumur bor hingga petugas lapangan mendampingi petani.
Dengan demikian dapat dipastikan, petani mampu panen disaat musim kemarau, bahkan Gubernur NTT pun diundang melakukan panen perdana tanaman padi seluas 164 hektar. Begitu pula dengan panen perdana jagung sudah dilakukan dibebarapa tempat.
“Saya tekankan pada semua pimpinan OPD bahwa berbicara soal 5P kita tidak bisa hanya berikan teori, harus beri contoh. Makanya semua Kadis saya perintahkan tanam dikompleks civic centre, saya sendiri sudah panen 4,2 ton jagung,” ujar Bupati Kupang, Korinus.
Bidang Peternakan dan Perkebunan, katanya, saat ini telah ditanam sekitar 400 hektar pakan ternak jenis lamtoro teramba. Untuk tahun 2021 telah tersedia anak lamtoro teramba sebanyak 15.000 hingga 30.000 pohon yang nantinya dibagikan kepada seluruh Desa/Kelurahan di Kabupaten Kupang.
Masyarakat tidak boleh putus asa dengan curah hujan yang rendah, mesti disiasati dengan menanam pakan ternak jenis lamtoro teramba yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. Sekali tanam, panen terus menerus.
“Saya bukan cuman ngomong, saya juga beri contoh. Saya sudah tanam 2 hektar lamtoro teramba lalu dalam jangka waktu 1 tahun sudah bisa pelihara 10 ekor sapi,” katanya.
Ia meyakini bahwa satu rumah tangga cukup menanam 2 hektar lamtoro terambah maka sepanjang tahun semua rumah tangga di Kabupaten Kupang akan menikmati hasil sepanjang tahun.
Masyarakat Kabupaten Kupang mestinya tidak berharap terlalu besar dari membajak sawah, dengan menanam lamtoro teramba masyarakat dipastikan akan panen beras diatas puncak gunung.
Bidang Perikanan, lanjut Korinus, beberapa program disiapkan oleh Pemkab Kupang guna meningkatkan produksi perikanan, meningkatkan produktifitas para nelayan, membuat 2 unit rumah ikan di lepas pantai teres Amarasi Selatan yang dilengkapi tempat pemancingan, pemerintah juga siapkan speedboat yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin memancing ikan di lepas pantai teres.
“Rumah ikan ini sudah selesai dibangun hanya masih menunggu titik koordinat karena alatnya mesti ditarik lewat laut,” bebernya.
Bidang Pariwisata, Pemkab Kupang saat ini sedang giatnya menyiapkan destinasi pariwisata di Pantai Teres Amarasi Selatan sebagai objek wisata terintegrasi.
Berbagai fasilitas baik infrastruktur jalan maupun fasilitas pariwisata sedang disiapkan pemerintah dilokasi pantai teres. Dengan pola yang dikembangkan ini, sampai tahun 2024 Kabupaten Kupang akan memiliki 4 destinasi wisata dalam skala besar.
Roh dari destinasi pariwisata pantai Teres adalah miniatur dari keseluruhan konsep Revolusi 5P yang sesungguhnya. Di Pantai Teres, pemerintah disiapkan irigasi tetes, fasilitas air bersih yang bisa langsung diminum dari kran air hasil kerja sama dengan water mission.
Pemerintah sedang membangun tempat menonton matahari terbit dan terbenam dipuncak gunung yang dilengkapi teropong bintang, ada fasilitas penerangan sehingga pantai teres bisa dikunjungi baik siang maupun malam hari.
Di Pantai Teres pun sedang disiapkan panggung hiburan rakyat, kolam renang air laut, pusat kuliner, fasilitas kesehatan, keamanan serta fasilitas pendukung lainnya. (MN)

